logo


Nadiem Sebut Sekolah Negeri untuk Siswa Ekonomi Rendah, KPAI: Saya Terkejut

Retno menyebut pernyataan Nadiem tersebut menunjukkan bahwa Nadiem tidak paham konstitusi Republik Indonesia.

1 Agustus 2020 13:30 WIB

suaramerdeka.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan bahwa sekolah negeri seharusnya diperuntukkan bagi siswa yang tingkat ekonominya rendah.

Pernyataan Nadiem tersebut mendapat kritikan dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti.

"Saya terkejut membaca berita di media online terkait pernyataan Anda bahwa sekolah negeri seharusnya diperuntukkan bagi siswa dengan tingkat ekonomi rendah atau dengan kata lain anak dari keluarga miskin," tulis Retno dalam surat terbuka seperti diberitakan CNNIndonesia, Sabtu (1/8).


Bukan Nadiem, Din Syamsuddin Anggap Jokowi Patut Dipersalahkan Soal POP

Retno menyebut pernyataan Nadiem tersebut menunjukkan bahwa Nadiem tidak paham konstitusi Republik Indonesia.

"Silakan disimak bunyi pasal 31 UUD 1945, yang dengan sangat jelas mengamanatkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapat dan mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Ini adalah tanggung jawab pemerintah ataupun Negara dalam kemajuan bangsa ini," ujarnya.

Retno juga mengkritik keputusan Nadiem untuk menurunkan jalur zonasi dalam PPDB 2020 dari 80 persen menjadi 50 persen.

"Dasar kebijakan PPDB sistem zonasi adalah mencegah pendidikan menjadi pasar bebas sehingga Negara harus hadir, dengan demikian seluruh anak Indonesia, baik kaya maupun miskin, pintar maupun tidak, berkebutuhan khusus atau tidak berhak belajar di sekolah negeri, asalkan rumahnya secara jarak dekat dengan sekolah yang dituju," ujarnya.

Menurutnya, Nadiem tidak bisa mengatasi persoalan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi virus corona.

"Tidak terlihat langkah-langkah konkrit Kemdikbud mengatasi berbagai kendala PJJ, padahal hasil survei berbagai pihak terhadap PJJ fase pertama seharusnya dapat dijadikan dasar menyelesaikan masalah. Namun, tidak ada terobosan apapun selama berbulan-bulan, sehingga permasalahan pelaksanaan PJJ fase kedua masih sama," ujar Retno.

Sebut Dana Pendidikan Mengalir ke Konglomerat, Haikal Hassan Minta Jokowi Panggil Nadiem

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×