logo


Soal Djoko Tjandra, Mahfud: Ada yang Bilang Pemerintah Hanya Main 'Ciluk Ba'

Mahfud mengatakan pada 2009 pemerintah dikerjain oleh mafia hukum

1 Agustus 2020 10:30 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD voi.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Narapidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra akhirnya berhasil ditangkap di Malaysia setelah menjadi buron selama 11 tahun.

Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan bahwa ada pihak yang menyebut pemerintah bersandiwara menangkap Djoko Tjandra. Mahfud mengatakan perjalanan hukum Djoko Tjandra dimulai pada tahun 2009.

"Awalnya ada yang bilang Pemerintah bersandiwara mau menangkap Joko Tjandra. Toh dia diberi karpet merah. Ada yang bilang Pemerintah hanya main 'Ciluk Ba'. Ada yang bilang, ini hanya ribut sebulan dan setelah itu kasusnya dilupakan orang. Akrobat hukum Joko Tjandra itu dimulai tahun 2009," kata Mahfud seperti dilihat Jitunews di akun Twitternya @mohmahfudmd, Sabtu (1/8).


Ditangkap Usai 11 Tahun Buronan, Gerindra: Selama Ini Djoko Tjandra Dibiarkan?

Mahfud mengatakan pada 2009 pemerintah dikerjain oleh mafia hukum.

"Tahun 2009 kita sudah dikerjain oleh mafia hukum, sebab Joko Tjandra bisa tahu akan divonis 2 tahun dan lari sebelum hakim mengetokkan palu," katanya.

Mahfud mempertanyakan siapa yang memberikan dia jalan untuk kabur.

"Siapa yang memberi karpet kepada dia saat itu sehingga bisa kabur sebelum hakim mengetukkan vonisnya? Limbah mafia ini sudah lama ada, perlu kesadaran kolektif," ujar Mahfud.

Sebut Djoko Tjandra Bisa Dipenjara Lebih 2 Tahun, Mahfud: Bisa Diberi Hukuman-hukuman Baru

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata