logo


Kerap Berpindah-pindah, Kapolri: Djoko Tjandra Ini Memang Licik dan Sangat Pandai

Kapolri Jenderal Idham Azis menjelaskan proses penangkapan Djoko Tjandra

31 Juli 2020 17:15 WIB

Djoko Tjandra
Djoko Tjandra Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapolri Jenderal Idham Azis menjelaskan proses penangkapan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Idham mengatakan bahwa penangkapan tersebut atas perintah Presiden Joko Widodo pada dua pekan lalu. Dia lalu membentuk tim kecil untuk merespons cepat perintah Jokowi.

"Perintah itu kemudian kami laksanakan. Kita bentuk tim kecil karena infonya yang bersangkutan berada di Malaysia," kata Idham dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).


Djoko Tjandra Ditangkap, Mendagri: Saya Kira Prestasi Luar Biasa

Setelah mengetahui keberadaan Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia. Polri mengirimkan surat kepada kepolisian Malaydia yang berisi permintaan kerja sama untuk memulangkan Djoko Tjandra ke Indonesia.

Idham mengatakan bahwa Djoko Tjandra kerap berpindah-pindah. Pada Kamis (30/7) Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memimpin proses penangkapan dengan didampingi Kadiv Propam Polri Irjen Pol Sigit. Listyo berhasil menangkap Djoko Tjandra dan membawanya pulang ke Indonesia malam harinya.

"Djoko Tjandra ini memang licik dan sangat pandai. Dia kerap berpindah-pindah tempat. Tapi, alhamdulillah berkat kesabaran dan kerja keras tim Djoko Tjandra berhasil diamankan," ungkap Idham.

"Sekali lagi ini bentuk komitmen kami. Kami akan transparan, objektif, untuk usut tuntas apa yang terjadi," kata Idham.

Politikus Demokrat Minta Aparat Cari Tahu Pihak yang Bantu Djoko Tjandra Keluar Masuk Indonesia

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata