logo


Ragukan Fetish Kain Jarik Gilang, Psikolog: Ambigu karena Bukan dari Tangan Pertama

Psikolog tidak yakin kasus yang dialami Gilang adalah fetish

30 Juli 2020 18:31 WIB

Kasus Gilang Fetish Kain Jarik
Kasus Gilang Fetish Kain Jarik istemewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Media sosial tengah dihebohkan dengan pengakuan beberapa koban yang mengalami pelecehan seksual yang diklaim dengan fetish kain jarik. Korban diminta oleh pelaku yang bernama Gilang untuk membungkus badannya.

Gilang disebut sebagai salah seorang mahasiswa di universitas Surabaya yang tengah menyelesaikan studinya. Ia meminta orang yang dihubunginya untuk membungkus diri dan mendokumentasikannya melalui foto dan video. Hasil dokumentasi tersebut diklaim sebagai bahan penelitian dengan tajuk 'reaksi emosional bungkus-membungkus'.

Menanggapi hal tersebut, psikolog klinis dan forensik, Kasandra Putranto justru menilai kasus Gilang bukanlah fetish. Pasalnya, keterangan tersebut bukan langsung dari orang pertama. Ia pun ingin dipastikan ulang keterangan-keterangan yang ada.


Klepon Tak Islami Viral, Pemilik Foto Angkat Bicara

"Saya justru tidak yakin itu fetish. Karena masih ambigu, keterangan itu bukan dari tangan pertama. Lalu ada beberapa perbedaan, yang pertama, dia minta orang membungkus lalu meminta orang mengirim fotonya. Yang kedua, orang membungkus diri di hadapannya, lalu kemudian dia raba-raba," kata Kasandra seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (30/7/2020).

Kasandra menjelaskan bahwa fetish pada dasarnya adalah rangsangan seksual oleh benda mati atau bagian tubuh nongenital. Ia mencontohkan seperti sepatu, bra, boneka, atau benda lainnya yang serupa.

"Sementara ini kan benda hidup, artinya di dalam jarik itu kan ada orang. Nah yang jadi sumber arousal-nya dia itu, jariknya-kah atau orangnya?" ujarnya.

Lebih lanjut, Kasandra juga tidak yakin itu fetish kain jarik. Pasalnya di beberapa pengakuan korban ada juga yang menggunakan kain sprei dan kain sejenisnya.

Duh Ada Grup Facebook Bernama Komunitas Pelakor, Apa ya Isinya?

Halaman: