logo


AS Ingatkan Brazil Konsekuensi dari Penggunaan Perangkat 5G Huawei

AS terus meyakinkan Brazil untuk tidak menggunakan perangkat Huawei dalam proyek jaringan 5G mereka

30 Juli 2020 13:15 WIB

Huawei 5G
Huawei 5G istimewa

BRASILIA, JITUNEWS.COM - Salah satu diplomat AS di Brazil mengatakan bahwa negara Amerika Latin tersebut kemungkinan akan menghadapi sejumlah konsekuensi jika mereka masih mengijinkan perusahaan teknologi asal China, Huawei, dalam proyek jaringan 5G.

AS sendiri belakangan ini terus berupaya untuk membatasi peran Huawei dalam jaringan super cepat 5G di Brazil. Mereka terus meyakinkan kepada pemerintah Brazil bahwa Huawei dapat dimanfaatkan oleh pemerintah China untuk melakukan aktifitas mata-mata.

"Setiap negara bertanggung jawab atas keputusannya," kata Dubes AS Todd Chapman dikutip dari SCMP pada Kamis (30/7).


Jika Berniat, AS Bisa Saja Hentikan Wabah Covid-19 Kapan pun Mereka Mau

"Konsekuensi yang kami lihat di dunia ini adalah bahwa perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kekayaan intelektual akan takut untuk berinvestasi di negara-negara yang kekayaan intelektual mereka tidak terlindungi," tambahnya.

Pada bulan Juni lalu, Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengatakan bahwa proyek jaringan 5G mereka harus sesuai dengan persyaratan keamanan informasi dan data serta UU kedaulatan nasional. Sejak terpilih menjadi presiden Brazil pada tahun 2019 lalu, Jair Bolsonaro bersikap terbuka dengan China meskipun Brazil masih menjadi salah satu sekutu AS.

China sendiri diketahui merupakan pasar ekspor terbesar Brazil.

Pada awal bulan Juli ini, Huawei memperingatkan bahwa perkembangan proyek jaringan 5G Brazil bisa tertunda hingga bertahun-tahun dan akan berdampak buruk terhadap keuangan negara jika mereka mengikuti langkah AS yang melarang penggunaan perangkat dan peralatan yang dipasok oleh perusahaan China tersebut.

WHO Sebut Banyak Orang Akan Mati Jika Hanya Menunggu Herd Immunity

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia