logo


Perkantoran Jadi Klaster Baru Covid-19, PKS: Pandemi Tidak Dikelola dengan Baik Sejak Awal

Menurutnya pembukaan sejumlah perkantoran, perusahaan, dan sekolah pasca wacana new normal seharusnya diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

30 Juli 2020 13:16 WIB

Wakil Ketua Fraksi PKS, Netty Prasetiyani
Wakil Ketua Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Dok. PKS

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengaku tidak terkejut dengan banyaknya kasus positif Covid-19 yang berasal dari klaster perkantoran.

“Pandemi ini kurang dikelola dengan baik sejak awal. Dimulai dari keterlambatan memitigasi, penerapan PSBB yang tidak efektif, dan manajemen komunikasi yang buruk membuat penurunan kurva pandemi menjadi sulit,” kata Netty, Kamis (30/7).

Menurutnya pembukaan sejumlah perkantoran, perusahaan, dan sekolah pasca wacana new normal seharusnya diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.


Jumlah Positif Corona Terus Meningkat, PPP: Perlu Perhatian Sangat Serius dari Pemerintah

“Sarana dan prasarana yang mendukung pemberlakuan kebiasaan baru, seperti masker, hand sanitizer serta media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) harus tersedia dan mudah didapatkan oleh masyarakat,” kata dia.

“Selain itu, Pemerintah dan perusahaan hendaknya membantu atau memberikan subsidi pembiayaan bahkan menggratiskan rapid test bagi para pekerja yang tidak mampu,” imbuhnya.

Netty Aher mengingatkan agar munculnya klaster perkantoran ini ditanggapi serius.

“Karyawan yang berhubungan dengan pasien positif harus benar-benar di-tracing dan dipastikan aktivitasnya agar tidak terjadi transmisi ke orang lain,” tuturnya.

Ketua Tim Covid-19 FPKS DPR RI ini meminta kepada pemerintah mengantisipasi new wave dengan melakukan tiga hal.

Menurutnya hal yang pertama, pasien PDP, ODP dan pasien positif Covid-19 yang sembuh harus didata melalui telusur kontak.

Dan Kedua, para PDP, ODP dan pasien yang sembuh harus terus dipantau dan meminta agar puskesmas dan dinas kesehatan melakukan koordinasi, serta melibatkan perangkat RW dan RT di lingkungan tempat tinggal.

“Ketiga, setiap pihak harus saling mengingatkan untuk menjaga pola hidup sehat dan bersih baik dengan cara memakai masker, mencuci tangan, dan tidak berkerumun,” pungkasnya.

Fahira Idris Dukung Langkah Gubernur DKI Jakarta Tingkatkan Jumlah Tes PCR

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar