logo


Jika Berniat, AS Bisa Saja Hentikan Wabah Covid-19 Kapan pun Mereka Mau

Mantan seorang pejabat di salah satu badan kesehatan milik pemerintah AS era Presiden Barrack Obama mengatakan bahwa AS bisa saja menghentikan wabah Covid-19 kapanpun yang mereka mau jika mereka benar-benar berniat melakukannya

30 Juli 2020 11:23 WIB

Patung Liberty
Patung Liberty istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan pejabat senior di bidang kesehatan AS, Andy Slavitt, mengatakan bahwa Amerika Serikat bisa saja menghentikan wabah Covid-19 kapan saja jika pemerintahan Donald Trump benar-benar menginginkannya.

Mantan pejabat era Barrack Obama tersebut menegaskan bahwa AS mampu kembali kepada kehidupan normal dalam hitungan minggu jika mereka mau. Ia memberikan contoh dari sejumlah negara yang berhasil melakukannya, seperti Jerman, Italia, Selandia Baru. Negara-negara tersebut sebelumnya juga mengalami wabah Covid-19 yang cukup mengerikan.

Ia kembali menegaskan bahwa diperlukan enam langkah untuk menghentikan laju peningkatan kasus Covid-19 di AS, yakni dengan menerapkan kebijakan lockdown secara nasional hingga 90 persen, tidak seperti lockdown yang diberlakukan hanya 50 persen pada bulan Maret-April lalu.


Dinilai Tak Efektif Cegah Covid-19, Belanda Tak Sarankan Penggunaan Masker

Langkah lainnya adalah dengan mewajibkan penggunaan masker, memblokir dan melarang adanya perjalanan, baik antar negara bagian maupun internasional, dan menutup semua tempat umum yang beresiko tinggi menjadi pusat penyebaran virus seperti klub, restoran, dan bar. Selain itu, orang-orang yang menunjukkan gejala harus dikarantina secara ketat dalam sebuah kamar hotel yang terpisah dengan orang lainnya.

"Rencana tersebut akan berdampak sangat signifikan terhadap ekonomi AS untuk beberapa pekan, oleh karena itu kita perlu memperpanjang jaminan pengangguran," kata Slavitt dalam cuitannya pada 27 Juli lalu.

Slavitt memperkirakan bahwa jika langkah tersebut benar-benar diterapkan, maka dalam waktu delapan pekan jumlah kasus Covid-19 di AS akan mencapai nol.

"Apakah kita akan melakukan (rencana) ini atau tidak, mari kita anggap ini merupakan pilihan. Kita akan melakukannya. Tidak ada cara lain. Pertanyaannya adalah kapan (hal ini akan dilakukan)?" tukasnya.

Tarik 12 Ribu Pasukan dari Jerman, Donald Trump: Kami Tak Akan Tertipu Lagi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×