logo


Sebut Dana Pendidikan Mengalir ke Konglomerat, Haikal Hassan Minta Jokowi Panggil Nadiem

Haikal juga meminta Nadiem untuk membeberkan data keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok imbas pembelajaran daring.

30 Juli 2020 05:45 WIB

Haikal Hassan
Haikal Hassan Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ustad Haikal Hassan turut berkomentar terkait Program Organisasi Penggerak (POP) yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Sebelumnya, program itu menuai kritikan dari berbagai kalangan.

Hal itu menyusul lolosnya dua yayasan perusahaan besar, yani Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation dalam POP. Diduga kenyataan itu pula yang membuat NU dan Muhammadiyah memutuskan untuk mengundurkan diri dari program tersebut.

Atas polemik yang terjadi, Haikal Hassan berpesan kepada Presiden Joko Widodo untuk memanggil Nadiem soal dana yang mengalir ke konglomerat.


Nadiem: Sekolah Negeri Seharusnya untuk yang Paling Membutuhkan Secara Sosial Ekonomi

“Yth Bapak Presiden. Seharusnya Nadiem dipanggil untuk ditanya kenapa ada dana pendidikan buat konglomerat?” ujarnya, dikutip dari cuitan Twitternya, Kamis (30/7).

Selain itu, Haikal juga meminta Nadiem untuk membeberkan data keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Menurutnya, sistem pembelajaran daring membuat penghasilan terkuras untuk membeli ponsel dan pulsa.

“Sekalian data berapa keluarga yang harus makan nasi dengan air garam karena harus beli Hp dan langganan pulsa?” cetusnya.

Bukan Nadiem, Din Syamsuddin Anggap Jokowi Patut Dipersalahkan Soal POP

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×