logo


Tak Ingin Kehabisan Remdesivir, Uni Eropa Teken Kontrak dengan Produsennya

Uni Eropa telah menandatangani kesepakatan kontrak dengan Gilead Science selaku pengembang obat Remdesivir.

29 Juli 2020 20:08 WIB

Remdesivir
Remdesivir istimewa

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Remdesivir merupakan satu dari segelintir obat yang sejauh ini terbukti efektif dalam menangani infeksi Covid-19, meskipun awalnya obat tersebut dikembangkan oleh Gilead Science sebagai pengobatan untuk penyakit Hepatitis C.

Komisi Uni Eropa telah mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani sebuah kesepakatan dengan perusahaan asal New York tersebut untuk mengamankan akses kepada obat tersebut. Kepakatan tersebut tentunya akan menjadi sebuah hal penting bagi 30 ribu pasien Covid-19 di negara anggota Uni Eropa, termasuk Inggris yang sedang berupaya untuk keluar dari keanggotaan blok tersebut.

"Komisi (Uni Eropa) menandatangani kontrak...untuk memastikan pasokan Veklury - merek untuk obat jenis Remdesivir. Pada awal Agustus nanti, obat tersebut akan tersedia bagi negara anggota (Uni Eropa) dan Inggris," kata Dana Spinant, salah satu juru bicara Uni Eropa dikutip dari Sputnik pada Rabu (29/7).


Rayakan Idul Adha, Taliban Hentikan Serangan di Afghanistan Selama Tiga Hari

Ia menjelaskan bahwa kontrak pengiriman pertama obat tersebut bernilai Euro 63 juta, yang akan didistribusikan langsung kepada negara-negara yang membutuhkan.

Untuk diketahui, obat Remdesivir yang awalnya digunakan untuk pasien Hepatitis C tersebut telah mengantongi rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk digunakan pada perawatan pasien Covid-19. Obat tersebut juga telah teruji klinis mampu mempersingkat waktu penyembuhan pasien Covid-19 mulai dari 15 hari hingga 11 hari, meskipun para peniliti meyakini bahwa obat itu sendiri tidak cukup untuk melawan Covid-19 yang artinya masih diperlukan tambahan terapi dan perawatan lain disamping Remdesivir.

Jepang Laporkan Lebih dari 1,000 Kasus Baru Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia