logo


Setelah Aksi Bali Tolak Rapid Test, Gubernur Bali Keluarkan Aturan Lebih Ketat

I Wayan Koster mengeluarkan aturan yang lebih ketat untuk pariwisata Bali.

29 Juli 2020 20:00 WIB

 aksi Bali Tolak Rapid/Swab.
aksi Bali Tolak Rapid/Swab. Istimewa

BALI, JITUNEWS.COM - Beberapa waktu lalu musisi Jerinx SID dan ejumlah masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Nusantara Sehat (Manusa) melakukan aksi Bali Tolak Rapid/Swab. Setelah aksi tersebut, Gubernur Bali, I Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran terkait kunjungan wisata ke Bali.

Surat edaran tersebut diunggah oleh akun Rudi Valinka. Akun @kurawa itu menyebut bahwa I Wayan Koster mengeluarkan aturan yang lebih ketat untuk pariwisata Bali.

"2 hari setelah demo tolak PCR/Rapid test di Bali, hasilnya malah dikeluarkan surat Edaran Gubernur Bali yang lebih ketat. Hati2 jika dalam test terbukti positif siap2 di karantina 14 hari. Untung pak Gubernurnya lebih tanggap," ujar Rudi Valinka seperti dikutip Jitunews, Rabu (29/7).


Aksi Bali Tolak Rapid Test dan Swab, IDI: Itu Karena Salah Paham Masyarakat

Dalam surat edaran tersebut, I Wayan Koster mengatakan bahwa Bali mengedepankan aspek kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas.

"Kepariwisataan Bali harus mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas yang lebih memberi pelindungan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali dalam masa pandemi COVID-19," demikian yang tertulis pada Surat Edaran yang dikutip Jitunews.

Gubernur Bali memberlakukan beberapa persyaratan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Seperti wisatawan wajib menunjukkan surat keterangan negatif uji swab atau rapid test, serta wajib melaksanakan protokol kesehatan.

 

Aksi Tolak Tes Corona di Bali, Doni Monardo: Hendaknya Dipanggil

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata