logo


Denpasar Zona Merah, Polisi Ambil Sikap Terkait Aksi Jerinx Cs Tolak Rapid Test

Fokus utama polisi saat ini adalah memberi pemahaman bahwa Covid-19 berbahaya

28 Juli 2020 15:45 WIB

Virus Corona Covid-19
Virus Corona Covid-19 kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Berdasarkan data pemerintah per Senin (27/7/2020), kasus corona di Bali mencapai 3.219 kasus, sementara itu Denpasar menjadi daerah penyumbang kasus corona tertinggi di Bali dengan jumlah 1.253 kasus. Oleh karena itu, Denpasar ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus corona.

Bersamaan dengan itu, Masyarakat Nusantara Sehat (MANUSA) menggelar demonstrasi menolak rapid tes dan swab di sekitar Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi, Denpasar pada Minggu (26/7/2020). Kelompok tersebut didukung oleh musisi Jerinx yang menganggap Covid-19 sebagai konspirasi. Jerinx juga terlihat bermain akustik di tengah-tengah massa.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan akan meluruskan narasi Jerinx dan kelompoknya yang menolak rapid test. Menurutnya, rapid test dan swab sangat diperlukan karena Covid-19 tidak terlihat.


Soal Aksi Jerinx Tolak Rapid Test, Hotman Paris: Bawa Orang Ini ke Kuburan...

"Sekarang yang perlu disadari, kenapa saat ini zona merah semua khususnya Denpasar, ya pemerintah sedang gencar melakukan screening dengan orang-orang yang dicurigai atau yang positif. Makanya dilakukan swab dan rapid test," kata Jansen seperti dilansir Antara, Senin (27/7/2020).

"Kalau virus kita enggak tahu karena enggak kelihatan, rapid dan swab tujuan baik, ini menunjukkan selain imbauan yang diberikan pemerintah untuk selalu jaga jarak, pakai masker serta ada langkah-langkah untuk memastikan bahwa masyarakat kita ini terlindungi," lanjutnya.

Lebih lanjut, Jansen mengatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Polda Bali terkait adanya unsur pidana kepada pihak-pihak yang menentang rapid dan swab tes. Meski demiikian, Jansen tidak menjelaskan secara detail ancaman pidana tersebut.

Sindir Publik Figur yang Tak Percaya Covid-19, Ridwan Kamil: Kalau Belum Kena Belum Percaya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati