logo


Heboh Ceramah Tengku Zulkarnain soal Ulama Jawa, Pigai Membela: Mewakili Perasaan Mayoritas Luar Jawa

Pigai menilai Indonesia selama ini dikuasai suku Jawa.

28 Juli 2020 11:26 WIB

Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai.
Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Aktivis HAM, Natalius Pigai turut berkomentar soal ceramah Ustad Tengku Zulkarnain yang tengah ramai diperbincangkan.

Sang penceramah itu dianggap menghina ulama Jawa dan memicu kebencian antarsuku dan ras. Namun, Pigai rupanya punya pandangan berbeda.

Pigai menilai apa yang disampaikan Zulkarnain sudah mewakili perasaan mayoritas suku dan ras di luar Jawa.


Kasus Covid-19 Masih Naik di Bulan Juli, Tengku Zul: Siapa Kemarin Berkata, Mei Kurva Harus Turun!

“Saya kira Ustad Tengku telah mewakili perasaan mayoritas luar Jawa,” kata dia melalui akun Twitter miliknya, @NataliusPigai2, Selasa (28/7).

Pria asal Papua itu juga menyebut Indonesia selama ini dikuasai suku Jawa. Hal itu berdasarkan sosok-sosok pemimpin sejak merdeka pada 17 Agustus 1945 silam.

“74 tahun Presiden, Wakil Presiden, mayoritas menteri Jawa, kekayaan mengalir ke Jawa,” lanjutnya.

Selain itu, Pigai memandang kekayaan Indonesia lebih banyak mengalir ke Jawa. Menurutnya, wilayah selain Jawa seharusnya dapat merasakan hal yang sama.

Dia lantas mengungkit kebencian masyarakat Aceh yang mulai dirasakan masyarakat Papua. Pigai meminta Presiden Joko Widodo untuk menyadari kesenjangan yang terjadi.

“Ini Injustice! Dulu Aceh benci, saya duga Rakyat Papua juga mulai sakit hati. Jokowi mesti baca Signal ini!” ujar Pigai.

Sebelumnya, Tengku Zulkarnain menyebutkan, apabila ulama Jawa menyampaikan ceramah di Sumatera tak akan didengarkan oleh umat. Pasalnya, ulama Jawa disebutnya terlalu kalem dan akan membuat umat tertidur.

Ceramah Dinilai Rasis, Teddy Gusnaidi Singgung Posisi Tengku Zulkarnain di MUI

Halaman: 
Penulis : Iskandar