logo


Soal Program Kemendikbud, Demokrat: Masa Persatuan Guru Tidak Dianggap?

Menurutnya, POP merupakan program yang memiliki niat yang baik.

27 Juli 2020 15:18 WIB

Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf.
Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf. dok. Dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Departemen Pendidikan dan Kebudayaan DPP PD Dede Yusuf menanggapi soal Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dede mengingatkan kepada Mendikbud Nadiem Makarim jangan sampai POP dianggap sebagai swastanisasi.

"Bayangin aja masa persatuan guru (PGRI) tidak dianggap? Jangan lah semuanya larinya jadi swastanisasi," kata Dede Yusuf ke wartawan, Senin (27/7).


Sebut POP Kemendikbud Perlu Dihentikan, Fadli Zon Sebut 5 Alasan

Menurutnya, POP merupakan program yang memiliki niat yang baik.

"Jadi poinnya adalah niatnya baik organisasi penggerak ini adalah untuk memberikan sebuah kompetensi," ucap Dede.

"Jadi, artinya pengin diberikan semacam peningkatan lah. Nah konteksnya, niatan ini tidak didampingi juga dengan mekanisme atau kriteria yang jelas. Itu sebabnya kita mendengar berita di mana-mana, NU, Muhammadiyah, bahkan PGRI menganggap kriterianya nggak jelas, atau belum saatnya skala prioritas. Kaya PGRI mendingan fokus kepada PJJ (pembelajaran jarak jauh)," imbuhnya.

PPP Minta Mendikbud Hentikan Kegaduhan dan Lakukan Koreksi Total

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata