logo


Kader Gus Dur: Presiden Jokowi Tak Adil Berikan Reward

Menurutnya meski pihaknya tidak mendapat jabatan apapun, kader Gus Dur sampai hari ini tetap istiqomah dan setia mendukung pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

27 Juli 2020 12:47 WIB

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Sekjend DPP BGD (Barisan Kader Gus Dur) Pasangharo Rajagukguk menilai kalau Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang tidak adil dalam memberikan reward pada relawan di pilpres 2019 lalu.

Demikian disampaikan Pasangharo menanggapi pemberitaan media yang menyebut adanya rebutan jabatan komisaris dan jabatan lainnya di pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

"Padahal untuk putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafshoh atau Yenny Wahid seharusnya menjadi menteri. Tapi, ditempatkan sebagai komisaris PT. Garuda Indonesia," ujar Pasangharo di Jakarta, Senin (27/7/2020).


Disinggung Soal Jokowi Tes Swab, Luhut: Saya Enggak Memikirkan Itu

Dalam hal ini, Mantan anggota TKN Jokowi - Amin itu menilai wajar apabila ada politisi harus marah-marah ke Menteri Erick Thohir hanya akibat timnya tidak mendapatkan jabatan yang layak.

Kendati demikian, bagi BGD, jabatan itu tidak perlu dikejar-kejar secara berlebihan. Hanya saja saat ini ada ketidakadilan dimana yang berjuang sekuat tenaga, pikiran dan waktu dalam kampanye pilpres 2019 lalu malah kurang mendapat perhatian, reward dan bahkan hanya menjadi penonton.

“Sementara yang santai-santai saja justru mendapat tempat khusus dan karpet merah oleh Istana Negara," katanya..

Padahal, lanjut Pasangharo, untuk mensinergikan sistem pemerintahan perlu ada penyelenggaraan pemerintahan yang harmonis saat perjuangan memenangkan pilpres lalu itu, sesuai porsi masing-masing agar tujuan pemerintahan yang stabil dalam rangka negara kesejahteraan (welfare state) bisa terwujud.

Demikian pula dengan perjuangan Konsorsium Barisan Kader Gus Dur yang dipimpin oleh Yenny Wahud, terbukti telah berjuang dan kerja keras secara maksimal bersama jutaan kader Gus Dur di seluruh Indonesia yang setia dan ikhlas, sami'na watho'na - tanpa pamrih.

Menurutnya meski pihaknya tidak mendapat jabatan apapun, kader Gus Dur sampai hari ini tetap istiqomah dan setia mendukung pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

Pasangharo mengatakan kader Gus Dur berharap Bapak Presiden Jokowi bisa mengevaluasi kembali pengisian struktur jabatan di pemerintahan sesuai kompetensi masing-masing. Baik melalui reshuffle kabinet dan yang lainnya.

"Kami siap mendukung program pemerintah sekuat tenaga dan pikiran demi kemajuan bangsa dan negara. Jabatan adalah amanah yang seyogianya diberikan kepada mereka yang kompeten dan akuntabel sesuai kemampuan dan track record-nya," jelas Pasangharo.

Dalam negara demokrasi dan sistem pemerintahan yang modern, Pasangharo mengatakan wajar kalau mereka yang berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan rakyatnya mendapat tempat dan jabatan sesuai dengan perjuangan dan kerja kerasnya dalam memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

Sebut 8 Provinsi Sumbang Kasus Corona Tertinggi, Jokowi: Berkontribusi 74%

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar