logo


Perkuat Struktur Ekonomi Pembudidaya Ikan, KKP Siapkan Program Prioritas 2021

Program-program prioritas ini merupakan dukungan kegiatan strategis pemerintah menyentuh pelaku utama perikanan.

27 Juli 2020 11:37 WIB

Budidaya Ikan
Budidaya Ikan ist

BOGOR, JITUNEWS.COM – Program prioritas Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2020 selama semester I telah berjalan dengan efektif dan memberikan dampak positif, khususnya terhadap struktur ekonomi pembudidaya ikan, sehingga program-program tersebut akan dilanjutkan pada tahun 2021 dengan lebih mempertajam tolak ukur yaitu peningkatan produksi untuk suplai pangan domestik dan ekspor serta memperbesar kontribusi subsektor perikanan budidaya terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto pada Rapat Koordinasi Capaian Kinerja Satker, Sosialisasi Redesign Sistem Pengganggaran dan Kepatuhan Pengelolaan Data Lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP di Bogor, Selasa (21/7).

“Subsektor perikanan budidaya saat ini sangat strategis, dari sisi bisnis, profitable dan banyak melibatkan masyarakat sehingga akan terus dikembangkan agar mampu menyerap tenaga kerja lokal secara massal, menggerakan ekonomi serta berdampak luas bagi masyarakat. Sehingga bantuan prioritas dapat berdampak langsung kepada masyarakat guna menumbuhkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan”, sambung Slamet.


KKP Restocking Benih Kakap Putih dan Clownfish di Perairan Anambas

Lanjut Slamet, setiap Satuan Kerja (satker) lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya harus mempercepat pelaksanaan kegiatan. “Kita harus membuat suatu strategi ke depan, bersiap untuk mendapat anggaran yang lebih besar karena arahan presiden untuk meningkatkan perikanan budidaya”, ujar Slamet.

Menurut Slamet, kunci keberhasilan program adalah perencanaan kegiatan yang lebih mantap. Selain itu, kegiatan identifikasi CPCL (Calon Penerima, Calon Lokasi) Bantuan Pemerintah harus dapat dilakukan sebelum tahun anggaran berjalan, untuk itu strategi penyerapan anggaran untuk tahun 2021 untuk lebih cepat sehingga semua kegiatan dapat selesai pada November dan pada Desember untuk evaluasi.

“Tahun 2021 kita akan agar fokus pada upgrade laboratorium penyakit dan modernisasi sarana prasarana produksi di semua UPT DJPB. Kemudian, pengembangan Pos Pelayanan Ikan Terpadu, yang dialokasikan melalui dana PHLN ADB dan Dana Alokasi Khusus (DAK)”, terang Slamet.

Kemudian, semua UPT agar mempunyai pabrik pakan karena kondisi eksisting saat ini baru 10 UPT yang memiliki pabrik pakan. “Tambak udang Millenial Shrimp Farm akan semakin kita galakkan, baik dari dana percontohan APBN maupun dari tambak-tambak swasta”, imbuhnya.

Adapun program kegiatan prioritas Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya tahun 2021 terdiri dari 10 program utama yaitu pertama pembangunan sarana prasarana dan model usaha budidaya meliputi budidaya ikan sistem minapadi, budidaya ikan teknologi bioflok, alat berat excavator, pembangunan irigasi tambak partisipatif (PITAP), kebun bibit rumput laut, mesin pakan, sararana prasarana ikan hias, model usaha ikan konsumsi, bantuan KJA budidaya laut dan model budidaya pakan alami maggot.

Kedua, program bantuan benih, induk ikan dan bibit rumput laut. Lalu, ketiga bantuan pakan mandiri, keempat klaster tambak udang dan bandeng, kemudian kelima sarana prasarana produksi tambak, serta keenam bantuan premi asuransi bagi pembudidaya ikan skala kecil.

Kemudian, ketujuh bantuan sarana prasarana Unit Perbenihan Rakyat (UPR) dan Hacthery Skala Rumah Tangga (HSRT), kedelapan pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di 3 lokasi yaitu Rote Ndao, Sabang dan Sumba Timur. Dan terakhir Pengujian Residu Produk Budidaya dan Sertifikasi untuk ekspor meliputi sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Cara Perbenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB).

“Program-program prioritas ini merupakan dukungan kegiatan strategis pemerintah untuk secara kongkrit akan langsung menyentuh pelaku utama perikanan, dan ini akan berdampak positif terhadap perbaikan struktur ekonomi masyarakat, khususnya terkait dengan peningkatan pendapatan, daya beli, dan penguatan kapasitas usaha,”tutup Slamet.

Sebagai informasi dalam waktu yang hampir bersamaan, DJPB menyerahkan penghargaan UPT DJPB terbaik Semester I dengan kriteria penilaian ialah produksi induk dan capaian bantuan benih, kinerja pelaksanaan dan penyerapan anggaran, berperan besar terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak serta kinerja pencapaian sasaran strategis, terbaik pertama diberikan kepada Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, terbaik kedua diberikan kepada Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan Karangasem serta terbaik ketiga diberikan kepada Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo.

KKP Kembangkan Seleksi Breeding untuk Perbaikan Performa Udang Jerbung

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan
 
×
×