logo


Aksi Bali Tolak Rapid Test dan Swab, Komisi IX DPR: Polisi Diminta untuk Mengambil Tindakan Tegas

Melki mengatakan bahwa kebijakan penanganan corona yang dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat.

27 Juli 2020 11:34 WIB

 aksi Bali Tolak Rapid/Swab.
aksi Bali Tolak Rapid/Swab. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Musisi Jerinx SID dan sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Nusantara Sehat (Manusa) melakukan aksi menolak rapid test dan swab.

Wakil Ketua Komisi IX Emanuel Melkiades Laka Lena meminta polisi menindak tegas.

"Jadi, polisi diminta untuk mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Itu UU-nya ada, UU Kedaruratan Nasional ada, UU Kebencanaan ada, UU Darurat Kesehatan ada. Banyak UU. UU itu ada beberapa yang ada punya pasal-pasal yang bisa dipakai," kata Melki kepada wartawan, Senin (27/7).


Tolak Kenakan Masker Saat Demo Tolak Rapid Test, Jerinx: Karena Membuat Kemanusiaan Kita Hilang!

Menurutnya, dengan adanya tindakan tegas dari aparat bisa memberikan efek jera.

"Nah, tentu sanksi menurut aturan harus diberikan, sehingga yang bersangkutan juga mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai aturan yang berlaku, dan itu ada efek jera bagi yang lain," katanya.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar itu menyebut bahwa kebijakan penanganan corona yang dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat.

"Jadi, dalam situasi darurat nasional ini jangan sampai ada ruang bagi orang-orang yang secara pribadi atau kelompok itu nyata-nyata melawan kebijakan pemerintah, yang itu sangat penting untuk melindungi masyarakat, dan itu dibiarkan dan tidak diberikan sanksi, itu nggak boleh. Karena, itu akan menjadi efek domino bagi yang lain juga bisa melawan yang sama," kata Melki.

Aksi Bali Tolak Rapid Test dan Swab, IDI: Itu Karena Salah Paham Masyarakat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata