logo


Demo Anti-Putin Pecah di Kawasan Timur Jauh Rusia, Apa Penyebabnya?

Puluhan Ribu pendemo meminta agar Gubernur Sergei Furgal yang ditangkap oleh pihak pemerintah pusat Rusia atas tuduhan terlibat kasus pembunuhan, untuk segera dibebaskan.

26 Juli 2020 15:44 WIB

Demo Anti-Pemerintah Rusia di Khabarovsk
Demo Anti-Pemerintah Rusia di Khabarovsk LA Times

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Penduduk Kota Khabarovsk, sebuah kota dekat dengan perbatasan Rusia-China, melakukan aksi protes turun ke jalan untuk mendesak Gubernur wilayah Timur Jauh Rusia, Sergei Furgal yang ditangkap oleh polisi federal dan diterbangkan ke Moskow atas tuduhan pembunuhan, untuk segera dibebaskan.

Puluhan ribu massa tersebut menggelar aksi long march di jalan utama Khabarovsk dengan membawa sejumlah spanduk anti-Kremlin dan meneriakkan pesan melawan Presiden Vladimir Putin.

"Kami ingin gubernur kami dibebaskan karena kami yakin ia ditahan secara ilegal," kata Alina Slepova, salah satu pengunjuk rasa, dikutip dari The Guardian pada Minggu (26/7).


Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Pakar Kesehatan Tolak Rencana Trump Buka Sekolah

"Furgal dicopot oleh pejabat federal karena tujuan mereka, bukan untuk kebaikan kawasan kami," tambahnya.

Massa juga berkumpul di depan gedung pemerintahan setempat yang berlokasi di Lenin Square. Mereka meneriakkan "Kebebasan" dan meminta Vladimir Putin untuk mengundurkan diri.

"(Pemerintah) pusat mengambil semua sumber daya dari kawasan Timur jauh dan kawasan tersebut tidak mendapatkan timbal balik," kata Alexander Gogolev, salah satu pendemo lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, sejumlah aksi protes anti-pemerintahan beberapa kali terjadi di Rusia. Namun aksi protes yang terjadi di Khabarovsk tersebut merupakan salah satu yang terbesar. Pihak Kremlin menyebut aksi tersebut dipelopori oleh sejumlah aktivis yang berasal dari luar wilayah Khabarovsk.

Dana Tunjangan Pengangguran AS Dipotong, Krisis Ekonomi AS Makin Hebat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia