logo


Rusia Bantah Tuduhan AS dan Inggris Soal Uji Coba Senjata Anti Satelit

Rusia menyatakan bahwa uji coba yang mereka lakukan tidak mengancam satelit ataupun aset luar angkasa milik negara lain, serta tidak melanggar hukum internasional

25 Juli 2020 19:15 WIB

Satelit
Satelit istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan Rusia mengatakan bahwa tuduhan Inggris dan Amerika Serikat yang menyebut bahwa Rusia belakangan ini menggelar uji coba senjata anti satelit di luar angkasa merupakan informasi yang tidak benar.

"Uji coba yang diselenggarakan (pada 15 Juli) tidak membuat ancamanan apapun terhadap pesawat ulang alik negara lain," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya dikutip dari BBC pada Sabtu (25/7).

Ia menambahkan bahwa uji coba tersebut sama sekali tidak melanggar undang-undang internasional.


Australia Sebut Klaim China di Laut China Selatan Ilegal

Sebelumnya, pada Kamis (23/7) Kepala badan antariksa Inggris Harvey Smith mengatakan: "Kami sangat khawatir dengan langkah Rusia yang menggelar uji coba salah satu satelit mereka yang mampu meluncurkan proyektil seperti karakteristik sebuah senjata."

Pada Jumat (24/7) Kementerian Rusia mengatakan bahwa uji coba yang mereka lakukan "tidak melanggar prinsip ataupun norma hukum internasional".

Mereka menuding Inggris dan Amerika Serikat beupaya untuk menampilkan sebuah situasi yang terdistorsi untuk membenarkan langkah mereka dalam mengerahkan persenjataan di luar angkasa.

"Kami menyimpulkan serangan anti-Rusia tersebut sebagai bagian dari kampanye informasi yang dipelopori oleh Washington yang bertujuan untuk mendiskreditkan aktifitas luar angkasa Rusia," demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia seperti dikutip oleh Interfax.

Penjagaan di Luar Kantor Konsulat Jenderal AS di Chengdu Diperketat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia