logo


Tudingan Dinasti Politik, Adian Napitulu Bela Gibran: Ini Tarung Bebas, Tarungnya di Rakyat

Adian menilai hak politik Gibran tak boleh disingkirkan hanya karena dia keturunan Presiden.

25 Juli 2020 09:13 WIB

Politisi PDIP Adian Napitupulu.
Politisi PDIP Adian Napitupulu. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi PDIP Adian Napitupulu tak sepakat dengan tudingan politik dinasti yang dialamatkan kepada putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, Gibran turut bersaing menjadi Wali Kota Solo bukan karena mewarisi jabatan dari sang ayah.

"Ini tarung bebas, tarungnya di rakyat. Tapi kalau jabatan yang diwariskan itu namanya dinasti," kata Adian Napitupulu, dikutip dari Tagar, Sabtu (25/7).

Anggota DPR RI ini menilai hak politik Gibran tak boleh disingkirkan hanya karena dia keturunan Presiden. Sebab, keputusan final tetap berada di tangan rakyat.


Sarankan Gibran Maju Pilkada Usai Jokowi Lengser, Rocky: Suruh Saja Magang Dulu

"Kita uji aja, mampu nggak Gibran memenangkan hati dan pikiran rakyat sehingga membuat rakyat datang ke TPS untuk memilih dia," ujarnya.

Seperti diketahui, Gibran memutuskan terjun ke dunia politik usai menuai kesuksesan di bisnis kuliner. Ia mendeklarasikan diri siap bertarung di Pilkada Kota Solo 2020 melalui PDIP.

Namun, keputusan Gibran itu justru disesalkan sebagian kalangan. Sebab, Jokowi dinilai sedang membangun politik dinasti.

Achmad Purnomo Positif Corona, Pakar Politik: Bisa Jadi Sengaja Dicovidkan

Halaman: 
Penulis : Iskandar