logo


Rencana Prabowo Beli Eurofighter Bekas Tuai Kecaman, Kemenhan: Sudah Ada Kajiannya

Ahli sebut pembelian alutsista bekas rawan terjadi kecelakaan

24 Juli 2020 05:00 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dikabarkan hendak membeli 15 jet tempur Eurofighter Typhoon milik Austria. Namun rencana Prabowo tersebut menuai kecaman dari lembaga pemantau HAM Impersial. Imparsial meminta Prabowo menghentikan rencana pembelian jet tempur tersebut. Pasalnya jet tempur bekas Australia tersebut rawan terjadi kecelakaan.

"Pesawat yang akan dibeli bukanlah armada baru, melainkan bekas pakai Angkatan Bersenjata Austria. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membatalkan rencana pembelian Eurofighter Typhoon bekas dari Austria," kata Direktur Imparsial Al Araf melalui keterangan tertulisnya, Rabu (22/7/2020).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Humas Kemenhan Brigjen Djoko Purwanto mengatakan bahwa tujuan Prabowo membeli Eurofighter Typhoon milik Austria untuk memperkuat pertahanan Republik Indonesia.


Prabowo Diminta Hentikan Rencana Beli 15 Jet Tempur Austria, Ahli: Alutsista Bekas Rawan Kecelakaan

"Kemenhan saat ini sedang memperjuangkan, mewujudkan, agar pertahanan Republik Indonesia menjadi kuat. Dari segalanya, dari alutsistanya, dari SDM-nya," kata Djoko Purwanto saat konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2020).

Djoko juga mengatakan bahwa rencana pembelian Eurofighter Typhoon bekas dari Austria sudah dikaji oleh pemerintah. "Yang bekas itu kan semua sudah ada kajiannya. Yang berhak mengkaji alutsista adalah TNI. Jadi, semua ada kajiannya. Sama kayak kita milih pasangan," jelasnya.

Gerindra: Prabowo Saat Ini Tidak Sedang Menaikkan Pencitraan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati