logo


Bantah Minta Jabatan ke Jokowi, Adian Napitupulu: Presiden yang Minta Nama-nama dari Kita

Adian mengklaim diminta setorkan nama-nama calon komisaris BUMN dari aktivis 1998

24 Juli 2020 04:30 WIB

Politisi PDIP Adian Napitupulu.
Politisi PDIP Adian Napitupulu. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu membantah isu yang menyebutkan bahwa ia minta jabatan komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  Ia mengklaim bahwa ia diminta Presiden Joko Widodo untuk menyerahkan nama-nama calon komisaris BUMN.

"Presiden yang minta nama-nama dari kita. Kita enggak minta. Kita ditawarkan. Kalau mau, serahkan. Kemana? ke Mensesneg. Saya sudah serahkan," kata Adian di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Adian mengatakan bahwa Jokowi sempat meminta aktivis 1998 untuk menduduki komisaris BUMN. Ia mengatakan banyak posisi yang bisa diisi aktivis 1998 mulai dari menteri, duta besar, hingga komisaris BUMN.


Jokowi Rindu Kritik Fahri Hamzah, Ketum Partai Gelora: Inilah Suasana yang Kita Perlukan

"Pidato terbuka (Jokowi) juga di Hotel Sahid Jaya tentang kesempatan teman-teman 1998 jadi menteri, duta besar atau komisaris BUMN. Kita enggak minta, kita diminta dan ditawarkan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa nama-nama yang disetorkan ke Jokowi tidak asal pilih. Namun telah dipertimbangkan dengan berbagai hal termasuk latar belakang pendidikan dan asal daerah.

"BUMN itu tersebar di seluruh Indonesia. Itu yang jadi dasar kita susun nama-nama. Pertama soal putera daerah, lalu kompetensi dan tentu pendidikan," pungkasnya.

Adian: Komisaris dan Direksi BUMN Itu Menurut Saya Semua Titipan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati