logo


Soal Dinasti Politik, Hasto PDIP: Gibran Tidak Bisa Memilih Mau Lahir dari Mana

Hasto meminta masyarakat bisa berlaku adil terhadap setiap warga negara Indonesia (WNI) yang ingin mengabdi sebagai calon kepala daerah.

23 Juli 2020 13:45 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak menutup telinga atas kritikan soal isu dinasti politik.

Hal itu menanggapi ramainya cibiran terhadap putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Gibran Rakabuming Raka sejak resmi diusung PDIP Solo untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Hasto menjelaskan, proses kaderisasi justru dimulai dari keluarga, sama seperti pendidikan agama yang dimulai dari keluarga juga. Hal yang sama juga berlaku untuk pendidikan politik.


Kasus Covid-19 Masih Naik di Bulan Juli, Tengku Zul: Siapa Kemarin Berkata, Mei Kurva Harus Turun!

Dia menilai pemahaman itu yang membuat PDIP terus membuka ruang pengkaderan calon kepala daerah, tak terkecuali bagi Gibran.

"Mas Gibran misalnya. Jelas Mas Gibran adalah anak Presiden Jokowi. Tetapi sesuai dengan apa yang tertuang di dalam konstitusi partai, setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk mencalonkan dan dicalonkan. Gibran tidak bisa memilih mau lahir dari mana," kata Hasto Kristiyanto, seperti dikutip dari Tagar, Kamis (23/7).

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat bisa berlaku adil terhadap setiap warga negara Indonesia (WNI) yang ingin mengabdi sebagai calon kepala daerah. Sehingga langkah Gibran terlepas dari pandangan tentang dinasti politik.

Ngaku Dikeluarkan dari PAN, Amien Rais: Saya Tak Setuju Bergabung dengan Rezim Tidak Ketulungan itu

Halaman: 
Penulis : Iskandar