logo


NU dan Muhammadiyah Mundur, POP Kemendikbud Tak Beres?

Syaiful menduga ada ketidakberesan dalam proses rekruitmen program tersebut.

23 Juli 2020 09:55 WIB

Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisi X DPR Syaiful Huda meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terbuka soal kriteria yang mendasari masuknya entitas pendidikan ke Program Organisasi Penggerak (POP).

“Kami mendesak Kemendikbud membuka kriteria-kriteria yang mendasari lolosnya entitas pendidikan sehingga bisa masuk POP. Dengan demikian publik akan tahu alasan kenapa satu entitas pendidikan lolos dan entitas lain tidak,” kata Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda kepada wartawan, Rabu (22/7).

Hal itu menyusul mundurnya Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PBNU dan Majelis Pendidikan Dasar-Menengah PP Muhammadiyah dari kepesertaan POP.


Soal Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Ini Kata Pimpinan DPR

Menurutnya, NU dan Muhammadiyah merupakan dua entitas dengan rekam jejak panjang di dunia pendidikan Indonesia. Syaiful menduga ada ketidakberesan dalam proses rekruitmen program tersebut.

“Pengunduran diri NU dan Muhammadiyah dari program ini menunjukkan jika ada ketidakberesan dalam proses rekruitmen POP,” ujarnya.

Sebelumnya, Hasil seleksi POP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai sorotan publik. Selain masuknya dua yayasan yang terafiliasi ke perusahaan-perusahaan besar, banyak entitas baru di dunia pendidikan lolos seleksi.

Polemik Organisasi Penggerak, Kemendikbud Respon Mundurnya Muhammadiyah dan NU

Halaman: 
Penulis : Iskandar