logo


Polemik Organisasi Penggerak, Kemendikbud Respon Mundurnya Muhammadiyah dan NU

Muhammadiyah sebut ada ormas siluman yang lolos program Organisasi Penggerak

23 Juli 2020 05:00 WIB

Ilustrasi, seorang guru tengah memberikan pelajaran kepada muridnya.
Ilustrasi, seorang guru tengah memberikan pelajaran kepada muridnya. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah meluncurkan Program Organisasi Penggerak. Program tersebut adalah program seleksi pelatihan guru yang dilakukan organisasi masyarakat dengan hibah dana pemerintah.

Namun, Program Organisasi Penggerak justru menjadi polemik di masyarakat karena terdapat ormas dan lembaga CSR yang tidak kompeten justru lolos. Banyak lembaga pendidikan yang kecewa, hal tersebut berujung dari mundurnya PP Muhammadiyah dan LP Maarif Nahdlatul Ulama (NU) dari program tersebut.

Menanggapi hal tesebut, Kepala Biro Humas dan Kerjasama Kemendikbud Evy Mulyani mengatakan menghormati keputusan mundurnya PP Muhammadiyah dan LP Maarif Nahdlatul Ulama (NU). Meski demikian, pihaknya akan trus membangun koodinasi yang baik.


Pelaksanaan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh, PKS: Harus Ada Perbaruan Regulasi

"Kami menghormati setiap keputusan peserta Program Organisasi Penggerak. kemendikbud terus menjadi komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak," kata Evy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut, Evi mengatakan bahwa Program Organisasi Penggerak merupakan kerja sama pemerintah dengan komunitas pendidikan di seluruh Indonesia. Bagi organisasi masyarakat yang lolos akan menerima dana Rp 1 miliar hingga Rp 20 miliar. Meski demikian, ia mengatakan Kemendikbud tidak ikut campur dalam proses seleksi peserta Program Organisasi Penggerak,

DPR Desak Kemendikbud Kembalikan Tunjangan Guru SPK

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati