logo


Kedudukan BIN Dibawah Presiden Dinilai Politis, Istana Bantah dengan Tegas

Istana sebut secara internasional BIN dibawah presiden

21 Juli 2020 06:30 WIB

Badan Intelijen Negara
Badan Intelijen Negara Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai bahwa kedudukan Badan Intelijen Negara (BIN) yang langsung dibawah Presiden mengandung unsur politis. Hal tesrebt tidak lepas dari sosok Kepala BIN Budi Gunawan yang sangat dekat dengan Jokowi.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menilai bahwa kedudukan BIN yang tidak lagi dibawah Kemenko Pohukam tidak ada unsur politis sama sekali.

"Tidak politis sama sekali. Tapi secara internasioanal, badan intelijen memang dibawah presiden. Merujuk ke best practice negara lain, lembaga inteijen itu memang langsung di bawah presiden. Presiden jadi end user informasi strategis, jadi bukan karena politis," kata Donny seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (20/7/2020).


Rizal Ramli Tuding Jokowi Tak Punya Menteri Berpengalaman, KSP Berikan Pembelaan Ini

Lebih lanjut, Donny mengatakan bahwa kedudukan BIN yang langsung dibawah presiden bukan berarti menutup akses dengan kementerian atau lembaga terkait. BIN akan tetap berkoordinasi dengan lembaga terkait dalam upaya menjaga keamanan nasional.

"Sifat koordinatif tidak hilang meski BIN kemudian langsung di bawah presiden. Tetap koordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait," tandasnya.

Tanggapi Permintaan Lobi Malaysia Pulangkan Djoko Tjandra, Istana: Ada Langkah Diplomatis

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati