logo


Perhatikan Temperatur Lingkungan, Kiat Sukses Bertanam Seledri

Tanaman beraroma sedap ini banyak digunakan sebagai bumbu dan penyedap makanan. Seledri juga memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.

20 Juli 2020 13:44 WIB

Seledri (Apium graveolens L. Dulce)
Seledri (Apium graveolens L. Dulce) Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Seledri (Apium graveolens L. Dulce) merupakan salah satu tanaman sayuran yang cukup dikenal di masyarakat.

Tanaman beraroma sedap ini banyak digunakan sebagai bumbu dan penyedap makanan. Seledri juga memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.

Maka tak heran, apabila seledri banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Menanam seledri sangat menguntungkan karena bernilai ekonomi tinggi.


Tips Ternak Lele di Kolam Terpal

Seledri merupakan tanaman yang sangat tergantung pada lingkungan. Untuk dapat memperoleh kualitas dan hasil yang tinggi, seledri membutuhkan temperatur berkisar antara 16–210C.

Seledri dapat diperbanyak secara generatif dengan biji atau vegetatif dengan anakan. Untuk tujuan komersil tanaman seledri dapat diperbanyak dengan biji. Benih berasal dari varietas unggul dengan daya kecambah sampai 90 persen.

Media yang digunakan untuk menanam seledri adalah tanah yang subur, gembur, mengandung bahan organik, mampu menahan air dan berdrainase baik dengan pH tanah antara 5,5-6,5.

Benih seledri disemai dulu di persemaian. Perkecambahan seledri berlangsung sangat lambat dan memerlukan waktu antara 7–12 hari. Benih seledri ditanam dangkal untuk mempercepat pertumbuhan kecambah.

Setelah tanaman berumur 2 bulan, tanaman seledri bisa dipindahkan ke polybag. Keuntungan persemaian adalah kondisi tanaman lebih sempurna, jarak tanam yang seragam, dapat mengurangi masukan input produksi seperti pemupukan, irigasi, dan pengendalian OPT serta gulma.

Seledri membutuhkan zat hara dalam jumlah banyak, khususnya nitrogen, yang diperlukan untuk produksi biomassa yang besar. Karena itu untuk produksi seledri diperlukan tanah yang sangat subur. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang.

Gulma pada mengganggu tanaman seledri harus segera ditangani agar tidak menyaingi pertumbuhan seledri yang memiliki masa pertumbuhan sangat lambat.

Penyakit utama pada tanaman Seledri adalah penyakit cacar coklat kuning (Cercospora apii) dan sejenis cendawan (Septoria apii).

Kedua penyakit ini gejala yang ditimbulkan hampir sama dan mengendalikannya dengan penyemprotan larutan WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air, WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air & WT Ajuvant dosis 2 ml/lt air.

Seledri dapat dipanen setelah berumur 40 sampai dengan 150 hari setelah tanam (tergantung varietas). Saledri daun dipanen 4-8 hari sekali.

Seledri potong dipanen dengan memotong tanaman pada pangkal batang secara periodik sampai pertumbuhan anakan berkurang.

Nah mudah bukan bertanam seledri, selamat berkebun sahabat Jitu.

Tips Menanam Pepaya California

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×