logo


Buronan Djoko Tjandra Buat E-KTP 15 Menit, Mendagri: Itu Terlalu Lama, Maksimal 5 Menit

Mendagri mendorong pelayanan data kependudukan dalam waktu yang singkat

20 Juli 2020 05:30 WIB

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian CNN Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian buka suara terkait pembuatan E-KTP yang dilakukan oleh buronan kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra yang hanya berlangsung 15 menit. Menurutnya, semakin cepat pelayanan data kependudukan yang diberikan kepada masyarakat maka akan semakin baik.

"Petugas-petugas (kelurahan) di bawah ini atau jajaran dukcapil ini, spirit mereka filosofi pemikiran mereka adalah mindset melayani. Sepanjang datanya ada ya mereka selesaikan kalau memang merasa bisa dipermudah kenapa dipersulit, makanya cepat dilakukan. Makin cepat dilakukan makin baik," kata Tito Karnavian saat rapat persiapan Pilkada 2020 dan pengarahan kepada gugus tugas di Kalimantan Barat yang disiarkan di YouTube Kemendagri, Minggu (19/7/2020).

Meski demikian, ia mengatakan bahwa petugas kelurahan yang membantu mengurus pembuatan E-KTP Djoko Tjandra bukan dibawah naungan Kemendagri, tapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu ia mengatakan bahwa para petugas belum tentu mengenal Djoko Tjandra.


Red Notice Djoko Tjandra Tidak Diperpanjang, Begini Alasan Kejagung

"Mereka belum tentu tahu Djoko Tjandra, tahu Djoker itu yang mana. Belum tentu mereka nonton berita atau baca berita. Kita-kita yang elite middle class yang diatas iya. Tapi kalau petugas yang dibawah belum tentu mereka, mereka bacaannya pos kota kalau di sana dari pada baca yang apa katakan blue paper koran-koran yang untuk white collar people gitu," jelasnya.

Mahfud Tanggapi soal Jokowi yang Diminta Lobi PM Malaysia untuk Bantu Tangkap Djoko Tjandra

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati