logo


Tak Masalah Red Notice Djoko Tjandra Dihapus, MAKI Sebut Harusnya Imigrasi Tetap Bisa Menangkal

MAKI sebut red notice dan cekal berbeda

18 Juli 2020 15:23 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengatakan bahwa pihak imigrasi harusnya bisa mencekal buronan kasus hak tagih (cassie) Bank Bali Djoko Tjandra. Meskipun red notice Djoko Tjandra sudah terhapus.

"(Red notice) tidak diperpanjang pun tidak ada masalah karena ini apapun status cegah dan tangkal itu ada di imigrasi kita sampai kemarin 2020 bulan Mei," kata Boyamin dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (18/7/2020).

Boyamin mengungkapkan sebuah fakta bahwa NCB Interpol pernah meminta Kejaksaan Agung menghilangkan red notice Djoko Tjandra. Namun permintaan tersebut ditolak karena yang bersangkutan menjadi DPO.


Jenderal Pembuat Surat Jalan Djoko Tjandra Ditahan Selama 14 Hari, Polri: Sudah Disiapkan Mulai Malam Ini

Usai ditolak Kejaksaan Agung, NCB Interpol kemudian meminta Imigrasi melakukan penghapusan status cekal. Hal tersebutlah yang menurutnya membuat imigrasi dinilai bersalah.

"Itu menyatakan bahwa red noticenya hapus itu ndak ada urusan di luar negeri sana. Tapi di imigrasi tetap ditangkal kalau masuk diamankan diberikan kepada Kejaksaan Agung, gitu loh. Jadi biar clear antara red notice dan cekal ini berbeda," pungkasnya.

Terungkap! Pembuat Surat Bebas Covid di Bareskrim Djoko Tjandra Palsu

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati