logo


Gibran Diusung Jadi Cawalkot, Pigai: KKN Terpotret

Pigai menuding Jokowi memanfaatkan kekuasaan untuk menekan aspirasi kader dan mempengaruhi keputusan partai.

18 Juli 2020 10:00 WIB

Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai
Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai suarapapua.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Aktivis Natalius Pigai menyoroti sikap PDIP yang memilih mengusung putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wali kota di Pilwalkot Surakarta.

Sementara itu, Achmad Purnomo yang sebelumnya mendapat rekomendasi dari DPC PDIP Surakarta justru terhempas.

Purnomo sempat dipanggil Jokowi ke Istana untuk menerima kabar pengusungan Gibran. Dia diminta legowo terhadap keputusan partai tersebut.


Jokowi Undang Artis ke Istana, Cucu Presiden Habibie Ini Menyindir

Namun, Pigai menilai cara Jokowi itu tidak etis. Ia menuding Jokowi memanfaatkan kekuasaan untuk menekan aspirasi kader dan mempengaruhi keputusan partai.

“Sejak awal saya dukung hak Gibran, tapi mulai hari ini, perilaku Jokowi memalukan diri. Otoritas negara dipakai untuk menekan dan amputasi hak partisipasi politik rakyat,” tulis Pigai melalui akun Twitternya, dilihat pada Sabtu (18/7).

“Politik jijik dan jorok. Semua KKN terpotret dan terlihat di jejak digital. bermartabatlah,” lanjutnya.

Indonesia Sangat Kaya Raya, Megawati ke Jokowi: Jangan Pernah Takut!

Halaman: 
Penulis : Iskandar