logo


Rusia Berupaya Curi Data Penelitian Vaksin Covid-19

Inggris menuduh kelompok hacker Cozy Bear yang didukung oleh intelijen Rusia berupaya melakukan serangan siber terhadap perusahaan dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan vaksin Covid-19 di seluruh dunia

17 Juli 2020 09:45 WIB

Ilustrasi - internet
Ilustrasi - internet

LONDON, JITUNEWS.COM - Badan Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) pada Kamis (16/7) mengatakan bahwa kelompok peretas atau hacker APT29 atau dikenal dengan sebutan Cozy Bear yang mendapat dukungan dari pemerintah Rusia tengah berupaya untuk mencuri data penelitian terkait penanganan dan vaksin Covid-19 dari pihak peneliti dan akademisi di seluruh dunia.

"Kami mengecam serangan yang buruk ini terhadap upaya kerja keras untuk melawan pandemi virus Corona Covid-19," ujar Paul Chichester, Direktur Operasi NCSC, dikutip dari Reuters pada Jumat (17/7).

NCSC menyebut bahwa kelompok hacker tersebut diketahui telah melakukan serangan di sejumlah negara, termasuk Jepang, AS, dan China sejak tahun 2019 lalu.


Negara-negara Ini Belum Melaporkan Satu pun Kasus Covid-19

"APT29 tampaknya melanjutkan serangan untuk menyasar pada sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pengembangan dan penelitian vaksin Covid-19," ujar pernyataan NCSC

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, mengatakan bahwa tindakan yang melibatkan pihak intelijen Rusia tersebut tidak bisa diterima.

"Saat beberapa pihak lainnya terus mengejar kepentingannya dengan tindakan yang sembrono, Pemerintah Inggris dan aliansi berupaya untuk menemukan sebuah vaksin untuk melindungi kesehatan dunia," ujar Raab.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia membantah tuduhan tersebut. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyebut tuduhan Inggris tersebut tidak didasari oleh bukti yang jelas dan valid.

Covid-19; Larangan Lintas Perbatasan AS Diperpanjang Hingga 21 Agustus

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia