logo


Anak di Bawah Umur Ikut Aksi Tolak RUU HIP, Pernusa Minta KPAI Dibubarkan

Norman menilai KPAI gagal menjalankan tugas sebagai pelindung anak-anak di bawah umur.

17 Juli 2020 08:30 WIB

Aksi PA 212
Aksi PA 212 Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro mendesak pemerintah untuk lekas membubarkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Norman menilai KPAI gagal menjalankan tugas sebagai pelindung anak-anak di bawah umur.

Permintaan pembubaran KPAI itu dilantangkan usai tak ada tindakan tegas soal pelibatan anak di bawah umur yang mengikuti aksi demonstrasi jilid II atas penolakan RUU HIP. Aksi tersebut diketahui diinisiasi oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI.


Buruh-FPI Cs Tak Mau Digabung Saat Demo DPR, Polisi Bikin Sekat

"Anak-anak itu di bawa dan dihasut diajarkan untuk membenci pemerintah. Rata-rata mereka didatangkan dari luar Jakarta. Seharusnya KPAI turun langsung menghalau anak-anak yang belum pantas ikut-ikutan demo,” ujar Norman, seperti dikutip dari Tagar, Jumat (17/7).

“Bubarkan KPAI karena tidak paham tugas dan kewajibannya sebagai lembaga yang melindungi anak-anak," sambungnya.

Lebih lanjut, Norman meminta aparat keamanan untuk menyelidiki pihak yang telah memperbolehkan anak-anak ikut aksi.

"Diharapkan ketegasan untuk menangkap penghasut anak-anak itu. Lalu usut siapa yang mendanai mereka. Kejadian sering berulang-ulang oleh kelompok ini. Polisi terlalu lunak toleransinya. Mereka keblablasan. Kasihan polisi di lapangan," tegasnya.

Sebelumnya, FPI menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI pada Kamis, 16 Juli 2020. Tuntutan yang disuarakan salah satunya menghentikan pembahasan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Serahkan RUU BPIP ke DPR, Pemerintah Siap Terima Kritik

Halaman: 
Penulis : Iskandar