logo


Soal RUU BPIP, PA 212: Kalau Membuka Ruang Komunis, Akan Kita Tolak

Slamet mengaku pihaknya belum mendapatkan draft konsep RUU BPIP

16 Juli 2020 17:45 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif.
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, mengatakan bahwa pihaknya akan mempelajari konsep RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Slamet mengatakan pihaknya akan menolak RUU BPIP jika membahayakan NKRI dan menggantikan Pancasila.

"Kalau RUU BPIP kita belum pelajari isinya berkaitan dengan apa. Jadi kita akan pelajari dulu. Kalau memang nanti sangat membahayakan NKRI dan menggantikan Pancasila dan membuka ruang komunis, akan kita tolak," kata Slamet di depan gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).


Perwakilan Demo Bertemu Pimpjnan DPR, Ketua PA 212: Minta Kepastian Dibatalkannya RUU HIP

Slamet mengaku pihaknya belum mendapatkan draft konsep RUU tersebut.

"Jadi kita pelajari dulu RUU BPIP. Kita belum dapat drafnya," ujar Slamet.

Seperti diketahui, pemerintah melalui menteri Kabinet Indonesia Maju menyampaikan konsep RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP).

"Saya membawa surpres yang berisi 3 dokumen, 1 dokumen surat resmi dari Presiden kepada Ibu Ketua DPR secara resmi disampaikan ke DPR, lalu ada 2 lampiran lain yang terkait RUU BPIP yang selama ini sudah ada," kata Menko Polhukam Mahfud Md saat jumpa pers di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).

Jika RUU BPIP Sama dengan RUU HIP, Ketua PA 212: Kita Akan Demo Besar-besaran di Istana Negara

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×