logo


Pemerintahan Donald Trump Ambil Alih Data Covid-19 AS dari CDC

Data pasien Covid-19 di AS tidak lagi dikirimkan kepada CDC, melainkan langsung kepada pemerintahan pusat

16 Juli 2020 15:30 WIB

Donald Trump meentapkan kebijaakan baru untuk para pemegang visa secara universal
Donald Trump meentapkan kebijaakan baru untuk para pemegang visa secara universal NU Online

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintahan Donald Trump dikabarkan kini telah mengambil alih pengumpulan data kasus Covid-19 dari Badan Penanganan dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC). Hal tersebut tentunya menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai apakah data tersebut nantinya dipolitisasi mengingat jumlah kasus dan kematian akibat virus tersebut di AS terus mengalami peningkatan.

Informasi mengenai pasien kini akan langsung dikirim oleh pihak rumah sakit kepada pusat database di Washington yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat (HHS). Departemen tersebut selama ini mendapatkan kritikan dan kecaman karena dinilai sangat lambat dan tidak konsisten dalam melaporkan jumlah kasus, ketersediaan tempat tidur rumah sakit dan ventilator.

"Hari ini, CDC masih memiliki waktu setidaknya satu pekan untuk melaporkan data rumah sakit," ujar Michael Caputo, juru bicara HHS dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (16/7).


Bertekad Pertahankan Wilayah dari China, Militer Taiwan Gelar Latihan Perang Skala Besar

"CDC, yang merupakan bagian dari HHS,...tidak lagi mengendalikan (pelaporan data) ini," imbuhnya.

Perubahan mendadak tersebut tentunya memicu kekhawatiran diantara pakar kesehatan, mengingat Donald Trumo dan pejabat Gedung Putih selama ini mengesampingkan saran dari CDC, bahkan mendesak dibukanya perekonomian sesegera mungkin meskipun penambahan kasus Covid-19 masih sangat tinggi.

"Dilihat dari sejarah, CDC telah menjadi tempat dimana data kesehatan publik akan dikirim, dan hal ini menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai tidak hanya akses untuk para peneliti, namun juga para wartawan dan masyarakat yang berupaya untuk memahami situasi wabah (Covid-19) terkini," ujar Jen Kates, seorang pakar kesehatan kepada New York Times.

Dibawah sistem yang berjalan sebelumnya, CDC mengumpulkan informasi data pasien dari 3 ribu jaringan rumah sakit yang ada di AS. Data tersebut kemudian dianalisa oleh pakar kesehatan dan dilaporkan kembali kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat setiap pekan.

Seberapa Efektifkah Sinar Matahari dalam Membunuh Virus Corona Covid-19?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×