logo


Ada Harga Besar yang Harus Dibayar Inggris untuk Copot Huawei dari Jaringan 5G

Analis menyebut bahwa pemerintah Inggris perlu menganggarkan dana dalam jumlah yang besar dan proses negosiasi yang lebih panjang untuk membangun jaringan 5G tanpa perangkat Huawei

16 Juli 2020 13:45 WIB

gizchina

LONDON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Inggris resmi melarang Huawei untuk berpartisipasi dalam proyek 5G Inggris. Mulai 1 Januari 2021, semua operator layanan telekomunikasi di Inggris dilarang membeli peralatan dan perlengkapan dari Huawei, dan nantinya pada 1 Januari 2028, semua perangkat Huawei yang saat ini digunakan di sejumlah operator seluler akan dicopot secara keseluruhan.

Tentunya, ada harga yang harus dibayar karena keputusan tersebut.

Dilansir dari laman Gizchina pada Kamis (16/7), meminta Huawei untuk mencopot sendiri perangkat mereka akan menjadi negosiasi yang lebih panjang lagi. Hal itu juga akan memerlukan rencana dan strategi jangka panjang. Hal itu juga akan menjadi beban finansial tersendiri bagi sejumlah operator seluler di sana, mengingat mereka baru saja memasang perangkat 5G Huawei 5 bulan yang lalu.


Resmi, Inggris Keluarkan Huawei dari Proyek Jaringan 5G Mereka

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Inggris dan sejumlah operator jaringan di sana, telah bekerja sama dengan Huawei untuk pengembangan jaringan 5G beberapa tahun terakhir. Namun, hal tersebut berubah usai Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada perusahaan asal China itu.

Para analis berpendapat bahwa untuk menyingkirkan semua peralatan dan perangkat Huawei pada jaringan 5G, Inggris setidaknya harus menyediakan anggaran hingga mencapai 1 Miliar Poundsterling. Hal itu belum mencakup biaya pembelian perangkat baru dari sejumlah supplier lain seperti Nokia dan Ericsson. Anda tidak bisa membelinya dalam waktu satu malam dan membuat perangkat tersebut berfungsi dengan baik dalam satu pekan. Dibutuhkan negosiasi yang panjang dan rumit yang memakan waktu hingga 1 sampai dua tahun untuk hal tersebut.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, juru bicara Huawei Inggris, Edward Brewster merespon:

"Keputusan yang mengecewakan ini merupakan berita buruk bagi semua orang di Inggris yang menggunakan telepon seluler."

AS Segera Keluarkan Kebijakan Pembatasan Visa bagi Karyawan Huawei

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×