logo


Massa PA 212 Tuntut Pemakzulan Jokowi, Istana Ingatkan Perbedaan Pemakzulan dan Makar

Istana menilai tuntutan pemakzulan Jokowi salah sasaran

16 Juli 2020 12:31 WIB

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Persaudaraan Alumni (PA) 212 kembali menggelar aksi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ( RUU HIP) di depan gedung DPR, Kamis (16/7/2020).

Massa aksi terlihat memadati depan Gedung DPR sisi arah Slipi. Mereka terlihat berkerumun di dekat mobil komando. Sementara dari dalam mobil komando, orator menyerukan beberapa yel-yel.

"Lawan lawan lawan PKI, lawan PKI NKRI Harga Mati," ujar salah seorang narator.


Dewi Tanjung Laporkan PA 212 Soal Kepemilikan Bendera PKI, Slamet Maarif: Ngawur Dia!

Sejumlah massa aksi juga terlihat membawa spanduk bertuliskan 'Tolak RUU HIP', 'Tangkap inisatornya', 'Bubarkan PDIP', dan 'Ma'zulkan Jokowi'.

Menanggapi tuntutan tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan bahwa pemakzulan Jokowi salah sasaran. Ia pun mengingatkan tentang perbedaan pemakzulan dan makar.

"Salah sasaran dan absurd, RUU HIP inisiatif DPR, pemakzulan di luar proses konstitusional adalah makar," kata Donny kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Diketahui, massa demo hari ini terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama dari massa PA 212  dan sejumlah organisasi massa (ormas) Islam yang menuntut penolakan RUU HIP. Sementara massa kedua terdiri dari buruh dan aliansi mahasiswa yang menuntut penolakan Omnibus Law. Kedua kelompok massa terlihat dipisahkan oleh kawat berduri yang dipasang oleh pihak kepolisian.

Laporan Dewi Tanjung Soal PA 212 Bawa Bendera PKI Ditolak, Ini Alasannya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×