logo


Pemerintahan Donald Trump Segera Blokir TikTok, China: AS Merupakan Sarang Hacker Global

China menilai tuduhan AS terkait informasi data pribadi pengguna TikTok dibagikan kepada pemerintah China, merupakan tuduhan yang tidak berdasar dan tidak memiliki bukti

16 Juli 2020 12:15 WIB

TikTok
TikTok

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintahan Donald Trump dikabarkan tengah mengkaji resiko keamanan yang ditimbulkan dari sejumlah aplikasi buatan China seperti TikTok, WeChat, dan lain-lain yang dinilai berpotensi membuat pemerintah asing dapat mengakses informasi data pribadi pengguna asal Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staff Gedung Putih, Mark Meadows kepada para wartawan pada Rabu (16/7).

Ia juga mengatakan bahwa keputusan terkait permasalahan tersebut akan segera diumumkan dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa larangan penggunaan aplikasi TikTok merupakan sebuah hal yang tengah mereka upayakan, menyusul adanya kekhawatiran bahwa perusahaan tersebut berpotensi membagikan data pengguna kepada pemerintah China. trump membandingkan hal tersebut dengan penyebaran Covid-19.


Trump Sebut Situasi Beberapa Kota di AS Lebih Buruk dari Zona Perang Afghanistan

"Ini merupakan hal yang kami tengah upayakan," kata Trump dikutip dari Sputnik pada Kamis (16/7).

"Ini merupakan bisnis besar. Lihat, apa yang terjadi di China dengan adanya virus (Covid-19), apa yang telah mereka lakukan pada negara kita (AS) dan seluruh dunia sangatlah buruk," imbuh Trump.

Sementara itu, penasihat Gedung Putih, Peter Navarro juga menegaskan bahwa semua data pengguna TikTok akan dikirim kepada server milik militer China.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan bahwa tuduhan AS tersebut tidak berdasar. Ia bahkan menyebut bahwa AS lah yang selama ini merupakan markas dari hacker yang sering melakukan serangan siber ke seluruh dunia.

"Klaim yang ada menyebut bahwa data pengguna langsung masuk ke dalam server China, kepada militer China, dan kepada Partai Komunis China. Maka buktikan lah," ujar Chunying.

"AS merupakan sarang hacker global. AS lah yang selama ini melakukan diskriminasi, serangan siber berskala besar, dan tindakan mata-mata di seluruh penjuru dunia," tegasnya.

AS Segera Keluarkan Kebijakan Pembatasan Visa bagi Karyawan Huawei

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×