logo


Bareskrim Polri Diduga Keluarkan Surat Jalan Djoko Tjandra, IPW: Brigjen Prasetyo Utomo Harus Dicopot

Surat Jalan untuk Joko Chandra yang dikeluarkan Bareskrim Polri melalui Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS, dengan Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas, tertanggal 18 Juni 2020 itu ditandatangi Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen

16 Juli 2020 11:35 WIB

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane.
Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ind Police Watch (IPW) mengecam keras tindakan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri yang sudah mengeluarkan Surat Jalan kepada Joko Chandra. Sehingga buronan Kejaksaan Agung itu bebas berpergian dari Jakarta ke Kalimantan Barat dan kemudian menghilang lagi.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan surat Jalan untuk Joko Chandra yang dikeluarkan Bareskrim Polri melalui Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS, dengan Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas, tertanggal 18 Juni 2020 itu ditandatangi Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo.

“Dalam surat jalan tersebut Joko Chandra disebutkan berangkat ke Pontianak Kalimantan Barat pada 19 Juni dan kembali pada 22 Juni 2020,” ujar Neta di Jakarta, Kamis (16/7/2020).


Kecam Pembebasan Koruptor, IPW: Apakah Ada Bau Suap di Balik Wacana Ini

Dalam hal ini, IPW mempertanyakan apakah mungkin sekelas jenderal bintang satu (Brigjen) dengan jabatan Kepala Biro Karokorwas PPNS Bareskrim Polri berani mengeluarkan Surat Jalan untuk seorang buronan kakap sekelas Joko Chandra.

Apalagi biro tempatnya bertugas tidak punya urgensi untuk mengeluarkan Surat Jalan untuk seorang pengusaha dengan label yang disebut Bareskrim Polri sebagai konsultan.

“Lalu siapa yang memerintahkan Brigjen Prasetyo Utomo untuk memberikan Surat Jalan itu. Apakah ada sebuah persekongkolan jahat untuk melindungi Joko Chandra,” tanya Neta.

Oleh karena itu, Neta mengatakan Komisi III DPR harus membentuk Pansus Joko Chandra untuk mengusut kemungkinan adanya persengkongkolan jahat untuk melindungi koruptor yang menjadi buronan itu.

Selain itu, IPW juga mendesak agar Brigjen Prasetyo Utomo segera dicopot dari jabatannya dan diperiksa oleh Propam Polri. Prasetyo Utomo sendiri adalah alumni Akpol 1991, teman satu angkatan dengan Kabareskrim Komjen Sigit.

“IPW mengecam keras tindakan Bareskrim Polri yang sangat tidak promoter, yang tidak segera menangkap buronan kelas kakap Joko Chandra, yang sudah masuk ke dalam markas besarnya. Tapi ironisnya Joko Chandra malah dilindungi dan diberikan Surat Jalan,” tuturnya.

Neta berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan langsung untuk mengevaluasi kinerja Bareskrim Polri yang sudah sangat mengerikan ini.

“Sebab melindungi dan memberi Surat Jalan pada buronan kasus korupsi sekelas Joko Chandra sama artinya menampar muka Presiden Jokowi yang selalu menekankan pemberantasan korupsi di negeri ini,” tukasnya.

Beberkan Pemicu Bentrok Polri dan TNI di Papua, IPW: Dari Sewa-menyewa Motor

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×