logo


AS Segera Keluarkan Kebijakan Pembatasan Visa bagi Karyawan Huawei

Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo, menyatakan bahwa pihaknya akan memberlakukan pembatasan visa bagi karyawan Huawei tertentu yang terlibat dalam penyalahgunaan data pribadi pengguna

16 Juli 2020 11:30 WIB

Huawei
Huawei Metro

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat berencana untuk memberlakukan pembatasan visa kepada beberapa pegawai tertentu dari Huawei, salah satu perusahaan raksasa teknologi asal China. Hal tersebut tentunya menjadi beban tambahan yang harus ditanggung oleh Huawei usai dikeluarkan dari proyek 5G Inggris.

Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo menyatakan bahwa aturan tersebut akan menyasar sejumlah pegawai Huawei dan kemungkinan sejumlah perusahaan tekonologi asal China lainnya yang terlibat penyalahgunaan informasi data pribadi pengguna untuk kepentingan pemerintah China.

"Pemerintah Inggris bergabung dengan AS dan kini, banyak negara demokrasi lain juga membebaskan diri dari vendor 5G yang tidak dapat dipercaya," kata Mike Pompeo pada Rabu (15/7), dikutip dari SCMP pada Kamis (16/7).


Khawatir Penyebaran Virus Covid-19, China Minta Brazil Hentikan Ekspor Daging

"Departemen Dalam Negeri AS akan segera memberlakukan pembatasan visa kepada sejumlah pegawai tertentu dari beberapa perusahaan teknologi asal China seperti Huawei yang memberikan sejumlah dukungan material kepada pemerintah terkait pelanggaran hak asasi manusia," ujarnya.

Sehari sebelumnya, pada Selasa (14/7), pemerintahan Inggris memutuskan untuk melarang penggunaan perangkat Huawei dalam penyediaan jaringan 5G di negara tersebut. Hal tersebut memicu ketegangan dalam hubungan Inggris dan China.

Pompeo menilai bahwa tekanan yang diberikan oleh Inggris tidak hanya karena alasan politis PM Boris Johnson semata, namun karena adanya kekhawatiran mengenai keamanan nasional.

"Mereka melakukannya karena tim keamanan mereka menemukan kesimpulan yang sama dengan kami, bahwa anda tidak bisa melindungi informasi," kata Pompeo.

"Informasi yang transit melalui jaringan yang tidak dipercaya asal China tersebut hanya akan berakhir di tangan Partai Komunis China," tandasnya.

Trump Sebut Situasi Beberapa Kota di AS Lebih Buruk dari Zona Perang Afghanistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×