logo


Filipina Perpanjang Partial Lockdown di Manila

Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di ibukota Manila membuat Filipina memperpanjang kebijakan partial lockdown

16 Juli 2020 09:53 WIB

Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. reuters

MANILA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Filipina pada pekan ini mencatat adanya penambahan jumlah kasus infeksi dan kematian Covid-19 tertinggi di kawasan Asia Tenggara, usai melonggarkan kebijakan lockdown pada 1 Juni lalu.

"Jika laju peningkatan virus di Manila tidak melambat, itu berarti kebijakan karantina yang lebih ketat perlu kembali diterapkan dua minggu kedepan," ujar juru bicara presiden, Harry Roque pada Rabu (15/7), dikutip dari Reuters pada Kamis (16/7).

Selama bulan Juni-Juli ini, kasus positif Covid-19 di wilayah ibukota, Manila, telah bertambah dua kali lipat menjadi 29,015 kasus.


Turun ke Jalan, Ribuan Warga Israel Desak PM Benjamin Netanyahu Mundur dari Jabatan

Mulai 1 Juni, Pemerintah telah melonggarkan kebijakan lockdown, namun masih menutup semua fasilitas sekolah, membatasi operasi sejumlah mall dan rumah makan, melarang warga untuk berkumpul, mewajibkan aturan social distancing dalam kendaraan umum, dan mendesak anak-anak dan lansia untuk selalu berada di dalam rumah.

Sedangkan untuk aturan sebelumnya, yang diberlakukan pada bulan Mei, pemerintah Filipina melarang transportasi umum untuk beroperasi, mendesak warga untuk bekerja dari rumah (WFH), dan hanya satu orang setiap keluarga yang diperbolehkan untuk keluar rumah guna membeli kebutuhan pokok.

Sementara itu, Duterte berencana untuk melonggarkan kebijakan lockdown di kota Cebu mulai 16 Juli ini usai jumlah kasus Covid-19 di kawasan tersebut menurun.

Menteri Kesehatan Filipina, Francisco Duque, mengklaim bahwa pemerintah Filipina telah berhasil memperlambat penyebaran wabah sejak April.

Lebih dari 20 Negara di Dunia Bakal Kehilangan Separuh Jumlah Penduduknya pada Tahun 2100

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia