logo


Lebih dari 20 Negara di Dunia Bakal Kehilangan Separuh Jumlah Penduduknya pada Tahun 2100

Para peneliti memprediksi hal tersebut akan menyebabkan dampak yang positif bagi lingkungan hidup

15 Juli 2020 17:00 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Lebih dari 20 negara di dunia, termasuk Italia, Jepang, Polandia, Portugal, Korea Selatan, Spanyol dan Thailan diprediksi akan kehilangan separuh dari jumlah populasi mereka pada tahun 2100 mendatang menurut sebuah kajian yang dipublikasi dalam The Lancet pada Rabu (17/7).

Para peneliti juga memprediksi bahwa China yang kini memiliki jumlah penduduk sekitar 1,4 Miliar, akan mengalami penurunan hingga 730 juta dalam waktu 80 tahun mendatang.

Penelitian tersebut memperkirakan bahwa nantinya bumi hanya ditinggali oleh 8.8 Miliar manusia pada tahun 2100, atau dua miliar lebih sedikit dari perkiraan yang dibuat oleh PBB. Penurunan ini terjadi akibat dari menurunnya tingkat kesuburan manusia seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk yang berusia lanjut.


UU Keamanan Nasional Berlaku di Hong Kong, Kantor The New York Times Pindah ke Seoul

Sementara itu, negara-negara di kawasan Afrika, akan mengalami peningkatan jumlah penduduk hingga tiga kali lipat hingga mencapai lebih dari 3.3 miliar, dimana Nigeria akan menyumbang 800 juta penduduk di tahun 2100, tertinggi kedua di dunia dibawah India yang bertambah 1.1 Miliar.

"Perkiraan ini menunjukkan adanya kabar baik untuk lingkungan, dengan tingkat stres yang rendah dalam sistem produksi makanan dan turunnya emisi karbon, serta adanya peningkatan yang signifikan pada sektor ekonomi di negara yang ada di wilayah Sub-Sahara Afrika," ujar Christopher Murray, Direktur Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di Universitas Washington kepada AFP, dikutip dari Al Jazeera pada Rabu (15/7).

"Namun, sebagian besar negara di luar Afrika akan menghadapi rendahnya lapangan kerja dan terjadinya piramida (pertumbuhan penduduk) yang terbalik, yang akan memicu sejumlah dampak buruk terhadap sektor ekonomi," imbuhnya.

Turun ke Jalan, Ribuan Warga Israel Desak PM Benjamin Netanyahu Mundur dari Jabatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×