logo


Turun ke Jalan, Ribuan Warga Israel Desak PM Benjamin Netanyahu Mundur dari Jabatan

Massa meminta PM Israel Benjamin Netanyahu untuk segera mundur dari jabatannya usai dinilai gagal menangani wabah Covid-19 dan mengatasi dampak perekonomian

15 Juli 2020 16:30 WIB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. thestar.com

JERUSALEM, JITUNEWS.COM - Ribuan warga masyarakat Israel melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Perdana Menteri di Jerusalem. Mereka mendesak PM Israel, Benjamin Netanyahu untuk segera mundur dari jabatannya karena dinilai gagal dalam menangani wabah Covid-19.

Sejumlah spanduk yang dibawa oleh para demonstran pada Selasa (14/7) bertuliskan "Kami muak dengan korupsi yang dilakukan oleh Netanyahu" dan "Netanyahu, mundur!".

"Virus paling mematikan bukan lah virus Covid-19, melainkan korupsi," ujar Laurent Cige, salah satu pengunjuk rasa, dikutip dari Al Jazeera pada Rabu (15/7).


Australia Kemungkinan Perpanjang Aturan Lockdown

Pada bulan Januari lalu, Netanyahu diduga telah terlibat dalam kasus penggelapan, penyuapan, dan sejumlah kasus lain.

Pada bulan Mei, ia mengeluarkan sebuah pemerintahan gabungan baru dan menyebut bahwa tuduhan yang ditujukan kepadanya merupakan salah satu isu untuk menurunkannya dari jabatan Perdana Menteri.

Di bawah UU Israel, seorang perdana menteri hanya diwajibkan untuk mengundurkan diri jika benar-benar terbukti melakukan atau pun terlibat dalam tindakan kriminal, yang mana untuk kasus Netanyahu ini, diperlukan penyelidikan yang mungkin akan memakan waktu beberapa tahun.

Para pendemo tersebut mengkritisi langkah pemerintah Israel dalam menangani wabah virus Covid-19 dimana kementerian kesehatan di sana mengumumkan adanya penambahan lebih dari 1,400 kasus yang terjadi dalam waktu 24 jam.

Sebelumnya, pada Senin (13/7), kepolisian Israel membubarkan sebuah kelompok aktifis yang melakukan aksi unjuk rasa di depan kediaman resmi Netanyahu. Pada Sabtu akhir pekan lalu, ribuan massa juga menggelar aksi demonstrasi di Tel Aviv, menyuarakan rasa frustasi mereka terhadap kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemeritahan Benjamin Netanyahu.

UU Keamanan Nasional Berlaku di Hong Kong, Kantor The New York Times Pindah ke Seoul

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia