logo


Sekolah Masih Ditutup, Trump: Itu adalah Keputusan yang Sangat Buruk

Trump terus mendesak pemerintah setempat untuk membuka kembali sekolah-sekolah ditengah situasi pandemi yang semakin meningkat

15 Juli 2020 14:22 WIB

reuters

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan peringatan keras kepada dua sekolah terbesar di negara bagian California karena masih mewajibkan para murid untuk belajar secara online dari rumah guna mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Presiden dari Partai Republikan tersebut mengatakan bahwa keputusan sekolah-sekolah di Los Angeles dan San Diego yang masih menggelar kegiatan belajar mengajar secara online menjelang tahun pelajaran baru merupakan keputusan yang salah.

"Saya akan mengatakan kepada para orang tua dan para guru bahwa anda harus mencari seseorang yang baru, siapapun yang mengambil keputusan (belajar dari rumah) tersebut, karena itu adalah keputusan yang sangat buruk," ujar Donald Trump dikutip dari Reuters pada Rabu (15/7).


Jepang Alami Cuaca Buruk, Uni Emirat Tunda Peluncuran Misi Mars Mereka

"Karena anak-anak dan para orang tua saat ini sekarat dari trauma tersebut. Mereka sekarat karena mereka tidak bisa melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Ibu-ibu tidak bisa berangkat bekerja karena semua hal ini membuat mereka terpaksa berada di dalam rumah, mengawasi anak-anak," tambah Trump.

Rencana Trump tersebut diketahui mendapat sejumlah kritikan dan kecaman dari berbagai pihak.

"Kita semua harus melanjutkan peran kita untuk melindungi pihak-pihak yang rentan (terpapar virus Covid-19) dan menghindari: tempat-tempat yang padat pengunjung, menutup sejumlah fasilitas, dan melakukan pelacakan kontak," ujar Ron DeSantis dalam cuitan Twitternya.

Sementara itu, seorang pemilik perusahaan buku anak-anak di Fort Lauderdale, mengatakan bahwa beberapa waktu yang lalu ia pergi dan mengunjungi sebuah mall di kotanya dan merasa khawatir dengan padatnya pengunjung di sana.

"Seburuk-buruknya hal adalah yang terjadi di Florida Selatan, Saya rasa mereka akan menghadapi wabah Covid-19 yang lebih parah," ujarnya.

Resmi, Inggris Keluarkan Huawei dari Proyek Jaringan 5G Mereka

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×