logo


Ratusan Ribu Buruh Bakal Geruduk DPR Tolak Omnibus Law dan PHK

Kedua isu tersebut merupakan isu besar yang menjadi perhatian serius buruh Indonesia.

15 Juli 2020 06:47 WIB

Massa buruh mulai mendatangi GBK
Massa buruh mulai mendatangi GBK dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebutkan bahwa ratusan ribu buruh akan menggelar aksi besar-besaran di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Hal itu dilakukan dalam rangka menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja dan menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas pandemi Covid-19.

“Kedua isu tersebut merupakan isu besar yang menjadi perhatian serius buruh Indonesia. Sebelum aksi dilakukan, terlebih dahulu kami akan menyerahkan konsep dan melakukan lobi ke pemerintah dan DPR RI terkait dua isu tadi,” kata Presiden KSPI Said Iqbal, dikutip dari Tagar, Rabu (15/7).


Bentuk Transparasi Publik, DPR Akan Buka Surat Jalan Djoko Tjandra

Aksi para buruh itu rencananya akan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada awal Agustus 2020. Unjuk rasa di daerah akan berpusat di Kantor Gubernur atau DPRD Provinsi.

Said mengatakan KSPI dan sejumlah serikat pekerja lainnya telah enyah dari tim teknis Omnibus Law yang membahas klaster ketenagakerjaan.

Menurutnya, dibentuknya tim tersebut hanya formalitas belaka, seakan buruh sudah diajak diskusi mencari pemecahan masalah.

Padahal, lanjut dia, perwakilan buruh tidak dapat mempengaruhi pengambilan keputusan atas pasal-pasal RUU Cipta Kerja yang dinilai merugikan pekerja. Oleh karena itu, aksi protes diperlukan agar aspirasi mereka didengar.

"Setelah menyatakan keluar dari tim teknis Omnibus Law RUU Cipta Kerja klaster Ketenagakerjaan, saat ini KSPI sedang mengkonsolidasikan kaum buruh untuk melakukan aksi besar-besaran di seluruh wilayah Indonesia yang rencananya digelar serentak pada awal bulan Agustus 2020," jelasnya.

Ketua DPR Optimis UU MLA Indonesia – Swiss Bisa Tanggulangi Kejahatan Perpajakan

Halaman: 
Penulis : Iskandar