logo


Mendagri Sebut Pilkada 2020 Bisa Diundur Jika Wabah Covid-19 Belum Selesai

Tito berharap Pilkada 2020 bisa dilaksanakan dengan demokratis.

14 Juli 2020 19:45 WIB

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian CNN Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahwa Pilkada 2020 bisa dijadwalkan ulang apabila wabah virus corona (Covid-19) belum selesai.

"Pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum bagi masyarakat bersama penyelenggara negara untuk bangkit, dan menjadikan pilkada ajang adu gagasan, adu berbuat, dan bertindak untuk meredam laju Covid-19 dan memulihkan dampak yang ditimbulkan, terutama sosial ekonomi bagi masyarakat," ujar Tito dalam rapat pengambilan keputusan RUU tentang Perppu Pilkada menjadi undang undang, Selasa (14/7).

"Pilkada serentak 9 Desember 2020 jadi peluang bagi masyarakat mendapatkan pemimpin terbaik yang unggul, inovatif, amanah, dan efektif untuk menghadapi krisis pandemi COVID-19," imbuhnya.


Ajak Raffi Ahmad Jadi Wakilnya di Pilwalkot Tangsel, Putri Ma'ruf Amin: Ia Berpotensi

Tito mengatakan bahwa Pilkada 2020 yang dijadwalkan 9 Desember 2020 bisa saja diundur jika wabah corona belum selesai.

"Melalui persetujuan bersama antara KPU, pemerintah, dan DPR, Pilkada Serentak 2020 yang sebelumnya ditentukan September 2020 ditunda dan dijadwalkan akan dilaksanakan pada Desember 2020. Namun, apabila pada saat pemilihan kondisi kedaruratan bencana wabah COVID-19 masih belum selesai atau meningkat, pilkada serentak dapat dijadwalkan kembali atas persetujuan pemerintah, KPU, dan DPR," ujar Tito.

Ia berharap Pilkada 2020 bisa dilaksanakan dengan demokratis.

"Menjadi harapan kita bersama bahwa pemenuhan hak rakyat untuk dipilih dan memilih dapat terlaksana secara demokratis, jujur, adil, aman, dan lancar untuk dapat melahirkan kepala daerah yang definitif, yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki legitimasi kuat yang mampu konsolidasikan upaya penanganan kedaruratan kesehatan pandemi COVID dan dampak sosial ekonomi serta peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah masing-masing," pungkasnya.

Akui Ingin Jadi Wakil Wali Kota Tangsel, Raffi Ahmad: Tapi Perlu Banyak Belajar

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×