logo


Apple Pindahkan Produksi iPhone dari China ke India

Foxconn, perusahaan yang merakit iPhone dikabarkan membangun dan meningkatkan fasilitas perakitan di India

14 Juli 2020 14:40 WIB

the Sun

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Foxconn merupakan sebuah perusahaan yang merakit iPhone di wilayah China untuk Apple, perusahaan tersebut juga dikabarkan segera membangun fasilitasnya di India. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari tingginya pajak impor yang diberlakukan untuk semua perangkat yang masuk dari China ke India.

India sendiri merupakan pasar smartphone terbesar kedua di dunia, setelah China, meskipun pendapatan per kapita di negara tersebut rendah. Itulah mengapa perusahaan yang memiliki perangkat dengan harga yang terjangkau, seperti Xiaomi, mendapatkan keuntungan yang besar di kawasan tersebut. Hal tersebut menjadi alasan mengapa Apple masih memproduksi iPhone model lama dengan harga terjangkau di negara tersebut. Tak hanya itu, tidak adanya pajak impor jelas membuat harga perangkat menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat India yang menilai perangkat tersebut sebagai simbol status.

Dilansir dari Phonearena pada Selasa (14/7), Foxconn berencana untuk menyuntikkan investasi mereka hingga USD 1 Miliar guna membangun dan memperluas sebuah pabrik di India Selatan dimana perangkat iPhone diproduksi.


Meski Sanksi Diperpanjang, Huawei Sukses Ungguli Samsung dalam Penjualan Smartphone Global

Selain untuk menghindari tingginya pajak barang impor dari China ke India sebagai dampak dari konflik perbatasan kedua negara, Apple juga tengah memindahkan produksi iPhone secara bertahap keluar dari China karena adanya perang dagang antara AS-China.

Pada bulan Mei lalu, sebuah rumor menyebut bahwa Apple bekerja sama dengan pemerintah India untuk memindahkan 20% produksi iPhone dari China. Hasilnya, anggaran produksi iPhone yang mencapai USD 40 Miliar masuk ke India. Pertanyaan terbesarnya adalah mampukah Apple menjaga rantai pasokan, kuantitas dan kualitas komponen mereka di negara tersebut.

AS Tolak dan Kecam Klaim China soal Wilayah Laut China Selatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×