logo


Pendapatan Huawei Masih Meningkat Meski Sanksi AS Dijatuhkan, Namun...

Huawei sejauh ini masih mengalami peningkatan pendapatan namun terjadi perlambatan

14 Juli 2020 13:00 WIB

Huawei
Huawei Metro

LONDON, JITUNEWS.COM - Huawei melaporkan bahwa pendapatan mereka masih mengalami peningkatan meskipun sedikit melambat akibat dari pandemi COvid-19 dan dijatuhkannya sanksi AS. Sementara itu, perusahaan tersebut kini tengah menunggu keputusan dari pemerintah Inggris mengenai perijinan untuk berpartisipasi dalam proyek jaringan 5G di negara tersebut.

Dilansir dari CNBC pada Selasa (14/7), perusahaan yang bermarkas di Shenzhen, China tersebut baru saja melaporkan pendapatan hingga USD 64.23 Miliar untuk enam bulan belakangan ini, atau meningkat 13.1% dari tahun kemarin, namun merupakan yang terendah jika dibanding dengan tahun 2013.

Huawei tampaknya juga merasakan dampak dari adanya pandemi virus Corona yang berdampak buruk terhadap perekonomian global, sekaligus terdampak sanksi AS, dimana mereka tidak diijinkan untuk berbisnis dengan perusahaan-perusahaan AS.


AS Tolak dan Kecam Klaim China soal Wilayah Laut China Selatan

Sanksi tersebut juga membuat Huawei tidak lagi mendapatkan lisensi software dan layanan Google Android pada smartphone mereka, sehingga membuat pemasaran ponsel android mereka di luar China ikut merosot. Huawei kini hanya mengandalkan pangsa pasar domestik untuk penjualan smartphone mereka.

Pada bulan Mei lalu, Washington mengeluarkan aturan baru dimana semua perusahaan pembuat chipset harus mengantongi ijin terlebih dahulu untuk mengirimkan chipset ke Huawei. Aturan tersebut akan mulai diberlakukan pada pertengahan Agustus 2020 nanti.

Sejumlah pengamat memprediksi bahwa aturan baru tersebut menjadi sebuah pukulan telak bagi perusahaan dimana mereka diketahui mengandalkan suplai chipset dari TSMC, perusahaan Taiwan.

 

Raja Yordania Sebut Rencana Sepihak Israel di Tepi Barat Bahayakan Hubungan Kedua Negara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×