logo


Tak Berlebihan Sebut Solo Zona Hitam, Wali Kota: Agar Masyarakat Lebih Waspada

Waki Kota Solo mengakui bahwa wilayahnya belum masuk zona hitam

14 Juli 2020 12:21 WIB

Istimewa

SURAKARTA, JITUNEWS.COM- Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo tak mempermasalahkan wilayahnya disebut zona hitam. Meskipun, ia mengakui bahwa Solo belum masuk zona hitam penyebaran virus corona.

"Ini belum. Zona hitam kalau 60 persen (dari total warga Kota Solo terinfeksi Covid-19)," kata Rudy di Solo, Senin (13/7/2020).

Rudy menilai penggunaan istilah zona hitam di Solo tidak berlebihan. Ia berharap dengan adanya penyebutan zona hitam, masyarakat menjadi lebih peduli untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan jaga jarak fisik dalam setiap kegiatan.


Siapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan, Jokowi Sebut Denda atau Kerja Sosial

"Ya, tidak berlebihan (istilah tersebut), zona hitam ini agar masyarakat lebih waspada. Biasanya kan tambahnya 1-2, ini tiba-tiba 18," ujarnya.

Diketahui, angka positif corona di Kota Solo melonjak tajam. Berdasarkan laporan yang diterima, sebanyak 25 mahasiswa Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis di RSUD dr Moewardi positif Covid-19.

Rudy berharap komunikasi antara RS dr Moewardi dengan Pemerintah Kota Solo berjalan dengan baik. Ia berharap RS dr Moewardi selalu memberikan laporan setiap harinya ke Pemerintah Kota Solo.

"Karena kita ini gotong royong. Perkara dr Moewardi yang mengurusi adalah provinsi tetapi berada di wilayah Solo. Kalau dikatakan zona hitam, ya, benar. Semua ngebyuk (pasien Covid-19) di Solo," pungkasnya.

WHO: Pandemi Akan Terus Berlanjut, dan Semakin Memburuk

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×