logo


Raja Yordania Sebut Rencana Sepihak Israel di Tepi Barat Bahayakan Hubungan Kedua Negara

Rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat dan Lembah Jordan oleh Israel akan memicu konflik dengan sejumlah negara Arab

14 Juli 2020 11:45 WIB

Bendera Israel
Bendera Israel istimewa

AMMAN, JITUNEWS.COM - Raja Yordania, Abdullah memperingatkan bahwa langkah sepihak yang dilakukan oleh Israel terkait rencana perluasan wilayah yang mencaplok sejumlah kawasan di Tepi Barat mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah dan bahkan berpotensi memicu konflik dengan sejumlah negara Arab.

Pihak Kerajaan mengatakan kepada pemerintah Inggris bahwa satu-satunya jalan untuk menciptakan kedamaian di kawasan Timur Tengah adalah dengan membebaskan negara Palestina dari cengkeraman Israel sejak meletusnya perang pada tahun 1967 silam, dimana Kota Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

"Semua langkah sepihak yang dilakukan Israel untuk mecaplok wilayah di Tepi Barat tidak akan bisa diterima, hal tersebut akan memperlambat prospek tercipatanya kedamaian dan stabilitas di Timur Tengah," ujar Kerajaan Yordania dalam sebuah pernyataan tertulis kepada pemerintah Inggris, dikutip dari Reuters pada Selasa (14/7).


Bahayakan Kesehatan Anak, DPR AS Tolak Rencana Trump Buka Kembali Sekolah

Raja Abdullah, yang merupakan salah satu sekutu paling setia AS, memperingatkan rencana Israel yang sejalan dengan rencana perdamaian milik Donald Trump nantinya hanya akan menyebabkan konflik dan merusak hubungan Jordania dengan Israel.

Untuk diketahui, pada perang Arab-Israel tahun 1967, pihak Israel berhasil merebut wilayah Tepi Barat termasuk Jerusalem Timur dari kekuasaan Yordania. Yordania sendiri merupakan negara arab kedua, setelah Mesir, yang menandatangani kesepakatan damai dengan Israel dan lebih dari 7 juta penduduk Palestina.

AS Tolak dan Kecam Klaim China soal Wilayah Laut China Selatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×