logo


Anies Bangun Museum Islami, Ferdinand: Jangan Benturkan Agama dengan Pengkritik Reklamasi

Ferdinand menyarankan Anies sebaiknya tak mengadu domba antara agama dengan kelompok penolak reklamasi.

14 Juli 2020 06:30 WIB

Surat Rakyat

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menyoroti langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mendirikan masjid apung dan museum sejarah nabi di titik reklamasi Ancol.

Ferdinand menyarankan, Anies sebaiknya tak membenturkan pengkritik reklamasi Ancol dengan isu agama.

"Anies juga sebaiknya jangan membenturkan agama dengan pengkritik reklamasi. Jangan adu domba antara agama dengan kelompok penolak reklamasi dengan menyampaikan alasan bahwa reklamasi itu untuk membangun museum islami," ujar Ferdinand, sebagaimana dikutip dari Tagar pada Selasa (14/7).


Minta Bantuan Pusat Tangani Banjir, Anies Baswedan: Kami Tidak Ada Anggaran

Politikus Partai Demokrat itu menduga ada permainan di balik proyek perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol dan Dunia Fantasi (Dufan) seluas 155 hektare (ha) tersebut. Sebab, Anies tak memberdayakan pengembang lokal dan memaksimalkan reklamasi yang sudah ada sebelumnya.

"Ya kalau melihat pengembangnya, sangat patut diduga ini ada permainan di baliknya. Kalau murni tidak ada permainan mengapa tidak menggunakan pengembang lokal? Atau kenapa tidak menggunakan reklamasi yang sudah ada? Jadi ini memang patut diduga ada sesuatu di balik sesuatu," papar Ferdinand.

Rencana Anies Perluas Ancol Mirip dengan Reklamasi Pada Eranya, Ahok: Ini Permainan Kata Saja

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×