logo


WHO Desak Indonesia tes PCR untuk PDP dan ODP Ketimbang Syarat Pulang

Tes PCR diprioritaskan untuk diagnosa PDP dan ODP ketimbang tes lanjutan pasien yang hendak pulang

13 Juli 2020 13:47 WIB

Tes corona dengan sistem drive thru di Kota Bogor
Tes corona dengan sistem drive thru di Kota Bogor instagram/ridwankamil

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti tingginya angka kematian pasien yang diawasi (PDP) dan orang yang diamati (ODP) di Indonesia. Oleh karena itu, WHO mendesak tes PCR diutamakan untuk PDP dan ODP ketimbang untuk tes lanjutan pasien corona yang hendak pulang.

WHO mengatakan bahwa Indonesia menggunakan pedoman yang lama. Indonesia menggunakan tes PCR bagi orang yang telah terinfeksi corona. WHO menegaskan bahwa tes PCR diperuntukan bagi pasien Covid-19 yang tidak meyakinkan atau yang tidak dapat dilakukan pengujian.

"Indonesia memiliki angka kematian secara substansial tinggi pada pasien PDP dan ODP. Oleh karena itu tes PCR harus diprioritaskan untuk diagnosis kasus PDP dan ODP daripada tes lanjutan pada pasien yang hendak dipulangkan," kata WHO dalam laporannya untuk Indonesia seperti dilansir Strait Times, Senin (13/7/2020).


Tak Hanya Angka Covid-19, Jokowi Minta Menteri Laporkan Rencana Kerja yang Nyata

Sejumlah rumah sakit telah menerapkan peraturan yang baru. Oleh karena itu pasien yang hendak pulang tidak perlu di tes dua kali sampai hasilnya dinyatakan negatif.

"Jadi diadopsi di seluruh negeri, prioritas PCR berarti meningkatkan diagnosis dugaan kasus Covid-19," lanjutnya.

 

Gugus Tugas Covid-19: Solo Bukan Zona Merah Lagi, Tapi Hitam!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×